Warga di Pulau Ini Ternyata Masih Gunakan Kalender Kuno Berusia 2.000 Tahun

"Kami sudah merayakan Natal dan tahun baru seperti sekarang ini sebelum kehadiran kalender Gregorian,"

Warga di Pulau Ini Ternyata Masih Gunakan Kalender Kuno Berusia 2.000 Tahun
Getty/Mirror
Pulau Foula di Kepulauan Shetland, Skotlandia. 

BANGKAPOS.COM, GLASGOW -- Jika sebagian besar warga dunia merayakan tahun baru pada 1 Januari, tetapi warga sebuah pulau terpencil di Inggris memiliki tradisi berbeda.

Baca: Kuah Pedasnya Bikin Nagih, Ini Dia Mi Ayam Boomerang yang Jadi Incaran Pemburu Kuliner

Warga di Pulau Foula, salah satu wilyah Kepulauan Shetland, Skotlandia baru merayakan tahun baru pada 13 Januari mendatang.

Baca: Amerika Kini Memburu Anak Osama bin Laden

Sebanyak 30-an warga pulau kecil yang masih memegang adat kuno itu juga merayakan Natal di tanggal yang berbeda yaitu pada 6 Januari.

Baca: Heboh, Ada Wanita Cantik Menari Sambil Mengisi Bensin

Hal ini disebabkan warga Pulau Foula masih menggunakan kalender Julian, bukan kalender Masehi yang banyak digunakan warga lain di dunia.

Penduduk pulau ini juga sehari-hari tak berbicara dalam bahasa Inggris. Mereka menggunakan bahasa Norn, bentuk kuno bahasa Norwegia yang mati pada sekitar tahun 1800-an.

Baca: Di Tengah Hutan, Kapolsek Sale Ini Temukan Dua Nenek-nenek Nunggu Angkot, Ternyata. . .

Meski demikian, warga pulau kecil ini tak merasa diri atau tradisi mereka unik. Seperti dikatakan seorang penduduk Stuart Taylor (44).

Baca: Kejam, Wanita Paruh Baya dan Putranya Ini Diikat di Pohon Yang Penuh Semut Api Ganas Hingga Tewas

"Kami sudah merayakan Natal dan tahun baru seperti sekarang ini sebelum kehadiran kalender Gregorian," ujar Taylor.

"Ini bukan hanya tradisi kami tetapi tradisi dunia. Orang lain yang berubah, kami tidak," tambah dia.

Baca: Jadi Viral, Tukang Parkir Misterius Sisihkan Rp 25 Ribu Per Hari untuk Anak Yatim

"Kami tidak unik, di bagian dunia yang lain seperti Rusia masih menggunakan kalender lama," lanjut Taylor.

Di pulau kecil yang berukuran panjang hampir enam kilometer dan lebar empat kilometer itu juga dihuni 10 anak-anak.

Halaman
123
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved