Resmi Tinggalkan Yamaha, Lorenzo Ungkapkan Rahasia Gaya Balapnya di Ducati

"Saya yakin bahwa saya tidak akan mengubah gaya saya, meskipun mengendarai Ducati. Saya mungkin dapat mengubah beberapa rincian kecil untuk ..."

Resmi Tinggalkan Yamaha, Lorenzo Ungkapkan Rahasia Gaya Balapnya di Ducati
Motorsport
Jorge Lorenzo menjajal Ducati saat sesi tes di Valencia 

BANGKAPOS.COM, BOLOGNA -- Juara dunia tiga kali Jorge Lorenzo resmi meningkalkan Yamaha, tim yang dibelanya selama sembilan tahun di MotoGP, dan beralih ke Ducati. Meski baru menjajal tunggangan barunya, selama pengujian dua hari di Valencia, Lorenzo sudah merasa nyaman.

Baca: Terbatas, Bambang Tri Mulyono Ternyata Cetak 300 Eksemplar Buku Jokowi Undercover

Meski begitu, Lorenzo yakin bahwa kekhasan motor Ducati tidak akan memaksa dirinya untuk mengubah gaya berkendara. Wajar saja, selama sembilan musim Lorenzo sudah kental dengan Yamaha dan punya gaya riding sendiri.

Baca: Foto Buku Nikah Bertulis Nama Bupati Katingan dan Farida Yeni Beredar

"Saya yakin bahwa saya tidak akan mengubah gaya saya, meskipun mengendarai Ducati. Saya mungkin dapat mengubah beberapa rincian kecil untuk berkembang, tetapi sepeda motor ini tidak akan membuat saya mengubah gaya saya," ujar Lorenzo mengutip Motorsport.com, Jumat (6/1/2017).

Baca: Nakalnya Netizen Serbu Postingan Akun Instagram Selingkuhan Bupati Katingan

Selain kehebohan karena hasrat ingin melihat nomor “99” menempel pada Ducati, banyak penggemar MotoGP ingin menyaksikan bagaimana pengendara dengan gaya halus sepeti Lorenzo, akan menunggangi sepeda motor yang secara historis terbukti sulit untuk ditaklukkan.

"Saya tahu akan beradaptasi dengan Ducati, tapi tidak tahu akan beradaptasi seberapa cepat untuk itu. Saya juga bisa merasakan kalau saya akan relatif cepat mengendarainya, dan saat itu saya akan merasa nyaman, dan tetap menjadi Lorenzo," ujar Lorenzo.

Musim 2017 ini akan menjadi tahun perubahan bagi Lorenzo, selain sepeda motor baru, tapi juga akan memiliki pelatih fisik baru, di mana Marc Rovira (pelatih lama) memutuskan untuk berpisah.

Namun, dirinya percaya bahwa peningkatan volume ototnya tidak akan diperlukan seperti yang orang-orang harapkan. Ini karena orang terakhir yang memenangkan gelar MotoGP untuk Ducati, Casey Stoner, punya tubuh lebih kecil.

"Stoner lebih pendek dan lebih tipis dari saya, dengan massa otot yang kurang, sementara motor bergerak lincah di semua tempat. Stoner tidak merasa cepat lelah, dan dirinya bisa menjaga kecepatan dengan konsisten sampai akhir. Jadi pada akhirnya, itu tergantung pada karakter dan gaya berkendara," ucap Lorenzo. (*/KompasOtomotif)

Penulis : Ghulam Muhammad Nayazri

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved