BangkaPos/

Seminggu Tiga Warga Diterkam Buaya, Inilah Mitos dan Kepercayaan Soal Buaya di Pulau Bangka

Berbicara mengenai keberadaan buaya di Sungai-sungai besar yang ada di Pulau Bangka bukanlah suatu hal yang asing lagi.

Seminggu Tiga Warga Diterkam Buaya, Inilah Mitos dan Kepercayaan Soal Buaya di Pulau Bangka
Bangkapos.com/Ajie Gusti
Buaya sepanjang 4,2 meter yang diamankan warga Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar karena meresahkan warga sekitar, Senin (28/12/2015). 

Ngalimun saat itu sedang mencari udang di bibir pantai dusun Mempunai, ia diseret buaya yang memiliki ukuran, kurang lebih tiga meter.

Berbicara mengenai keberadaan buaya di Sungai-sungai besar yang ada di Pulau Bangka bukanlah suatu hal yang asing lagi.

Setiap tahun selalu saja ada warga yang dilaporkan diterkam buaya di sungai-sungai yang ada di pulau timah ini.

Ada mitos unik mengenai keberadaan mahluk ganas ini, misalnya di Sungai Mendo Kecamatan Petaling ada mitos mengenai Bujang Antan mahluk gaib berbentuk buaya yang menguasai sungai itu.

Di aliran Sungai Baturusa ada kepercayaan masyarakat sejak dulu sungai itu dikuasai buaya gaib bernama Raden Kuning dan Raden Hitam.

Terlepas dari rusaknya alam dan semakin berkurangnya mangsa buaya sehingga memilih memangsa manusia, sebagian masyarakat Bangka percaya buaya tidak akan mengganggu manusia kecuali sang manusia itu melanggar pantangan yang ada, salah satunya disebut kepunan.

Untuk kepunan ini secara umum adalah orang yang ditawari sesuatu makanan atau minuman tetapi menolak mencicipinya.

Ada kepercayaan di kampung-kampung setiap ditawari makanan minuman terutama minuman kopi sangat pantang untuk menolaknya kalau tak mau mengalami hal yang tidak diiinginkan.

Apalagi orang yang bersangkutan akan berangkat ke hutan atau ke sungai.

Untuk penawar pantangan ini setidaknya orang yang ditawari mencolek dengan ujung jari makanan yang ditawarkan atau dalam bahasa Bangka disebut Malet.

Berikut makanan dan minuman sangat pantang ditolak dalam mitos kepunan dan malet masyarakat Bangka:

1. Kopi , terutama kopi hitam
2. Nasi , bisa meliputi nasi bubur, nasi goreng dan semacamnya.

3. Makanan yang terbuat dari beras ketan dan berbagai hasil pertanian yang dihasilkan sendiri.(*)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help