Babel Kekurangan Pengawas, 33 Orang Awasi 1.396 Perusahaan

jumlah perusahaan yang diawasi jauh lebih banyak dari pengawas. Didik mengatakan ada sekitar 1.396 perusahaan di Babel.

Babel Kekurangan Pengawas, 33 Orang Awasi 1.396 Perusahaan
bangkapos.com/evan saputra
Kepala Disnaker Babel, Didik Suprapto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemprov Babel memiliki 33 orang tenaga pengawas perusahaan, yang bertambah usai penyerahan kewenangan sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel, Didik Suprapto mengatakan 33 orang pengawas ini tersebar di Bangka dan Belitung.

Untuk di Pulau Belitung terdapat tujuh orang pengawas, sedangkan di Pulau Bangka ada 26 orang.

"Jumlah ini masih kurang memang, se-Babel hanya 33 orang," kata Didik kepada harian ini, Senin (9/1).

Para tenaga pengawas di Pulau Bangka akan dipusatkan di Kantor Disnaker Babel. Sementara untuk di Pulau Belitung, ditempatkan kantor perwakilan provinsi di Kabupaten Belitung.

"Tidak ada unit pelaksana teknis (UPT) untuk ketenagakerjaan. Di Belitung saya bikin koordinator, 7 orang di Belitung, kantornya di dekat kantor perwakilan. Jadi yang di Beltim kembali ke Belitung. Arahan pak ekda di kantor perwakilan," ujarnya.

Didik tak membantah pihaknya kerepotan karena jumlah pengawas yang jauh dari ideal.

Pasalnya, jumlah perusahaan yang diawasi jauh lebih banyak dari pengawas. Didik mengatakan ada sekitar 1.396 perusahaan di Babel.

Selama ini, kata Didik, kinerja pengawas sangat dibutuhkan. Dari hasil pengawasan tersebut cukup banyak didapati perusahaan yang melanggar.

"Paling banyak melanggar UU 13 masalah upah. Setelah kita beri tahu, baru mereka membayar. Masalah lembur kadang pura-pura tidak tahu, kita arahkan baru dibayar," papar Didik. (L4)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved