Luhut Sebut Reuters Sudah Ikut-Ikutan Hoax

"Duh, Reuters sudah ikut-ikutan hoax. Tidak ada apa-apa. Pak Jokowi dan Panglima malah ketawa-ketawa, makan bareng. Tidak ada itu ..."

Luhut Sebut Reuters Sudah Ikut-Ikutan Hoax
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
Luhut B Pandjaitan 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Media asing menyebut Presiden Joko Widodo menegur Panglima TNI Gatot Nurmantyo karena memutuskan kerja sama militer dengan Australia.

Baca: Megawati: Kalau Ada yang Macam-macam Bapak Presiden dan Wapres Panggil Saja Kita!

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyangkan hal tersebut.

Baca: Benarkah Dewi Perssik Menggantung Perasaan Sang Manajer? Ini Dia Penjelasannya

Menurutnya, apa yang telah diberitakan tidak sama dengan apa yang terjadi di lapangan.

"Duh, Reuters sudah ikut-ikutan hoax. Tidak ada apa-apa. Pak Jokowi dan Panglima malah ketawa-ketawa, makan bareng. Tidak ada itu tegur-tegur," katanya, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Baca: Kapolri Jelaskan Tata Krama di Media Sosial Saat Temui Netizen

Diketahui sebelumnya, Reuters mengatakan Jokowi pada pekan lalu melakukan pertemuan dengan Gatot Nurmantyo, berdasarkan informasi dari dua sumber yang turut serta dalam pertemuan itu.

Baca: Buka Bisnis, Gading Marten Ngaku Keracunan Fotografi

Dalam pertemuan yang diadakan di Istana Bogor itu, dibahas keputusan Gatot Nurmantyo yang secara sepihak memutuskan kerja sama militer dengan Australia.

Keputusan itu sempat dipertanyakan oleh sejumlah media dan pengamat asing, karena dinyatakan tanpa referensi dari presiden.

Intervensi Jokowi tersebut dikatakan membuat Gatot Nurmantyo dikhawatirkan telah menjadi pemicu perselisihan antara Indonesia-Australia.

Gatot Nurmantyo juga dicurigai memiliki ambisi untuk menempati posisi yang lebih tinggi di dunia politik Indonesia, yaitu presiden.

Seorang sumber yang membagikan informasi kepada Reuters tersebut mengatakan Jokowi harus segera membuktikan bahwa dirinyalah yang merupakan komandan tertinggi Indonesia.

"Melihat Gatot yang seperti itu, kelihatannya (Jokowi) jadi seakan kehilangan kendali (otoritas)," kata sang sumber tersebut.

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved