Mitos Seputar Daging Kambing yang Jarang Diketahui

“Kalau tensi turun karena gangguan jantung, konsumsi daging kambing yang berlebihan justru akan fatal dan memperburuk keadaan,” kata dokter Ari.

Mitos Seputar Daging Kambing yang Jarang Diketahui
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Sate kambing 

BANGKAPOS.COM - Sebelum menyantap daging kambing bakar, Anda perlu tahu mitos yang berkembang berkaitan dengan daging kambing. Inilah beberapa mitos yang berkaitan dengan daging kambing.

Mitos ini dikumpulkan dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam kepada Warta Kota belum lama ini.

Mitos pertama, masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi (TD < atau = 90/60), meningkatkan makan daging kambing agar tensinya naik. Benarkah?

Baca: Ternyata 4 Makanan Enak Ini Berkhasiat Menunda Penuaan

Menurut dokter Ari, tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Bisa karena perdarahan, kurang minum hingga menyebabkan dehidrasi, kelelahan, sampai kurang tidur.

Tensi yang rendah juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung, bahkan gagal jantung.

Tapi pada sebagian masyarakat tanpa melihat kenapa tekanan darahnya rendah langsung mengonsumsi daging kambing secara berlebihan.

“Kalau tensi turun karena gangguan jantung, konsumsi daging kambing yang berlebihan justru akan fatal dan memperburuk keadaan,” kata dokter Ari.

Baca: Ini Tanda-tanda Si Kecil Bakal Jadi Anak Cerdas dan Berbakat

Sebenarnya yang menaikkan tekanan darah dari daging tersebut, terutama garamnya.

Bila daging itu hanya direbus atau dibakar tanpa diberi garam tidak terjadi penambahan tensi darah jika dikonsumsi.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved