PNS Klaten Terpaksa Ngutang, Bupati Ditangkap KPK Gaji Tak Bisa Dicairkan

Sejumlah PNS lain juga berutang di kantin di lingkungan Pemkab Klaten untuk makan siang karena persoalan serupa.

PNS Klaten Terpaksa Ngutang, Bupati Ditangkap KPK Gaji Tak Bisa Dicairkan
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Bupati Klaten Sri Hartini saat digiring ke tahanan KPK di Jakarta, Sabtu (31/12/2017) 

BANGKAPOS.COM, KLATEN - Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Klaten mulai resah. Memasuki pekan kedua bulan Januari 2017, pembayaran gaji mereka belum juga menunjukkan kepastian.

Keterlambatan gaji PNS akibat batalnya pelantikan pejabat baru yang semestinya pada 30 Desember 2016 lalu, menyusul penangkapan Bupati Klaten Sri Hartini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kondisi ini menyebabkan kerja organisasi pemerintahan mendek hampir di semua sektor yang berhubungan dengan kebijakan dan realisasi APBD 2017, termasuk pembayaran gaji PNS.

Sejumlah PNS pun mencari pinjaman sembari menunggu pencairan gaji bulan Januari, untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Seperti yang dilakukan salah satu staf di Pemkab Klaten, Handaya.

Ia mengaku terpaksa mengambil pinjaman untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) anaknya yang sedang berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang.

"Bulan ini harus membayar SPP dan kebutuhan lainnya seperti membayar biaya indekos, sementara kami belum tahu kapan gaji bulan ini cair," katanya saat berbincang dengan Tribun Jogja (Tribunnews.com Network), Senin (9/1/2017).

Menurutnya waktu pembayaran SPP kuliah putrinya terakhir pertengahan bulan ini, memaksanya untuk berutang dan rencananya akan dilunasi saat gaji cair.

"Terpaksa pinjam saudara dulu, kalau tidak terlambat (pembayaran gaji) ya tidak perlu utang," katanya.

Sejumlah PNS lain juga berutang di kantin di lingkungan Pemkab Klaten untuk makan siang karena persoalan serupa.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved