Kapolda Babel Akan Tindak Tegas Alat Berat Beraktivitas di Hutan Lindung

Kapoda kembali mengingatkan kepada seluruh pemilik alat berat untuk tidak beraktivitas di kawasan hutan lindung untuk penambangan pasir timah.

Kapolda Babel Akan Tindak Tegas Alat Berat Beraktivitas di Hutan Lindung
Humas Polda Babel
 Pertemuan pemilik alat berat dengan pihak Polda Bangka Belitung terkait larang beraktivitas di hutan lindung dan konservasi, Rabu (11/1/2017).

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapoda Bangka Belitung Brigjen (Pol) Anton Wahono kembali mengingatkan kepada seluruh pemilik alat berat untuk tidak beraktivitas di kawasan hutan lindung untuk penambangan pasir timah.

Pemilik alat berat untuk tidak menyewakan alat berat ataupun menggunakan sendiri alat beratnya untuk melakukan kegiatan penambangan timah di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Hutan Konservasi karena kegiatan penambangan timah di akawasan ahutqn Lindung dan Hutan Konservasi akan merusak lingkungan dan kelestarian alam.

"Ini disampaikan kepada pemilik alat berat saat diundang ke Polda Bangka Belitung kemarin," kata Kapolda melalui Dirreskrimsus Kombes (Pol) Mukti Juharsa seperti disampaikan Kabid Humas AKBP Abdul Munim kepada bangkapos.com, Kamis (12/1/2017).

Peringatan tersebut telah disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda Kep. Babel dihadapan para pemilik alat berat sekitar 127 pemilik alat berat dan para undangan lainnya saat kegiatan “Sosialisasi larangan melakukan penambangan timah di Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Konservas” di Gedung Tribrata Polda Kep. Bangka Belotung Rabu (11/1/2017).

Direskrimsus juga memberi penekanan kepada para pemilik alat berat antara lain yaitu sebagai berikut :

1. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian hutan untuk anak cucu di masa depan.

2. Polda Kep. Babel akan menindak tegas dan melakukan penegakkan hukum terhadap penambang timah ilegal di kawasan Hutan Lindung maupun Hutan Konservasi, termasuk para pemilik alat berat yang menyewakannya.

Jika tertangkap makan jajaran Polda Kep. Babel tidak akan meminjam pakaikan barang bukti alat berat jika sudah disita dan juga tidak akan dilakukan penangguhan penahanan kepada pelaku yang sudah ditahan karena ini sudah kebijakan Kapolda Brigjen Pol Drs. Anton Wahono.

3. Penyidik Polda Kep. Babel akan menerapkan pasal pasal yang tertuang dalam UU Minerba, UU kehutanan dan UU TPPU apabila ada penambangan di kawasan hutan lindung dan hutan konservasi. Pengenaan pasal akan dikumulatifkan agar ada efek jera.

4. dalam melakukan aktifitas penambangan di kawasan hutan harus dilengkapi dengan ijin baik IUP, IPR dan IUPK.

Usai kegiatan dilakukan penandatanganan surat kesepakatan. Kesepakatan untuk tidak melakukan penambangan di Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Konservasi, lalu membacakan surat pernyataan kesepakatan tersebut dihadapan para undangan.

Kegiatan dihadiri oleh para pemilik alat berat di Bangka Belitung juga pihak Pemprov Babel, BPKH, Korem, Kodim, POM TNI AL dan AU.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dan dengan adanya surat pernyataan kesepakatan untuk tidak melakukan penambangan di hutan lindung dan hutan konservasi ini diharapkan tidak ada lagi aktifitas penambanga dikawasan Hutan lindung dan hutan konservasi diwilayah hukum Polda Kep Bangka Belitung.

"Apabila masih ada yang melakukan penambangan di kawasan hutan lindung dan hutan konservasi, maka Penyidik Ditreskrimsus Polda Kep. Bangka Belitung sesuai perintah Kapolda Kep. Babel akan memproses secara hukum dengan tegas," kata Dirreskrimsus Kombes (Pol) Mukti Juharsa.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help