‎‎Politikus PDIP Geram, Netizen Bikin Petisi Online Bubarkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

"Justru partai kami (PDI Perjuangan) lah rumah besar kaum nasionalis, rumah kebangsaan yang memegang teguh Pancasila, dan mengimplementasikan arti..."

‎‎Politikus PDIP Geram, Netizen Bikin Petisi Online Bubarkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Istimewa
Logo PDIP

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- ‎‎Politikus PDI Perjuangan, Darmadi Durianto mengaku geram dengan beredarnya petisi online yang berjudul 'Bubarkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan'.

Baca: Setujui Tiga Pasal, Parlemen Turki Bahas Penguatan Wewenang Erdogan Diwarnai Perkelahian

Menurutnya, pembuat petisi tersebut hanya untuk mencari sensasi di tengan panasnya suhu politik jelang pelaksanaan Pilkada serentak.

Baca: Akhirnya Tiga Mahasiswa Pendemo Diperkenankan Temui Jokowi di Istana Negara

"Menurut saya petisi tersebut hanya ingin mencari sensasi saja, supaya terkenal di tengah kondisi saat ini banyak beredar informasi hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Darmadi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Baca: Sukmawati Diminta Cabut Laporan Dugaan Penistaan lalu Minta Maaf

Pria yang juga merupakan anggota Komisi VI DPR RI, mengaku heran dengan adanya tudingan bahwa PDI Perjuangan telah melanggar konstitusi, UUD 1945 dan Pancasila.

Dirinya menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang mengawal Pancasila.

"Justru partai kami (PDI Perjuangan) lah rumah besar kaum nasionalis, rumah kebangsaan yang memegang teguh Pancasila, dan mengimplementasikan arti Bhinneka Tunggal Ika secara nyata," tuturnya.

Dirinya pun mengingatkan agar netizen yang membuat petisi tersebut jangan memakai kaca mata kuda untuk melihat kontribusi partai yang berlambang banteng itu.

"Buktinya kita menjadi partai pemenang Pemilu 2014, berarti rakyat percaya dan yakin kita setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Ideologi partai kita sangat jelas, Pancasila 1 Juni 1945," tegasnya.

Darmadi pun menduga pihak yang membuat petisi tersebut lantaran PDI Perjuangan tampak sebagai garda terdepan mengusung pasangan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta.

Dirinya meminta agar pihak tidak bertanggung jawab itu tidak menggulirkan isu dan tuduhan yang aneh dan tak mendasar.

"Sudahlah jangan cari sensasi terus, dan sebar berita hoax, karena membenci seseorang yang belum tentu bersalah, kasihan masyarakat. Sebagai anak bangsa marilah kita kembali satukan pandangan, bergandengan tangan untuk kemajuan negeri ini kedepan. Stop kebencian, untuk Indonesia damai," tandasnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved