Kerugian Korupsi Pupuk Rp 1,2 M, Dua Oknum PNS Basel Divonis 1 Tahun 10 Bulan

Hakim majelis yang diketuai Setyanto Hermawan MHum menjatuhkan vonis hukuman kurungan penjara terhadap dua orang oknum PNS Basel

Kerugian Korupsi Pupuk  Rp 1,2 M, Dua Oknum PNS Basel Divonis 1 Tahun 10 Bulan
net
ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Majelis hakim Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang akhirnya menjatuhkan vonis 1 tahun 10 bulan terhadap dua orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) terbukti terlibat dalam tindak perkara korupsi (tipikor) proyek pengadaan pupuk organik di wilayah Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Sidang yang digelar, Kamis (12/1/2017) dimulai sekitar pukul 19.30 wib hingga berakhir menjelang tengah malam itu dilaksanakan di ruang sidang Garuda gedung pengadilan setempat.

Hakim majelis yang diketuai Setyanto Hermawan MHum menjatuhkan vonis hukuman kurungan penjara terhadap dua orang oknum PNS Basel, Kartino atau terdakwa (selaku pihak pejabat pembuat komitmen/PPK) dan Yudi Irfani (selaku staf PPK) yakni cuma 1 tahun 10 bulan.

Saat sidang putusan perkara tipikor pupuk organik Basel malam itu majelis hakim pun memvonis pula seorang terdakwa lainnya yakni Hambali (selaku pihak kontraktor asal CV DCU). Terdakwa Hambali divonis majelis hakim kurungan penjara selama 3 tahun.

Putusan majelis hakim pengadilan setempat cukup rendah dibanding tuntutan sanksi pidana oleh pihak jaksa penuntut umum (JPU).

Sebelumnya ketiga terdakwaitu (Kartino, Yudi Irfani & Hambali) oleh JPU masing-masing dituntut sanksi hukuman pidana justru berbeda-beda.

Dalam tuntutan JPU itu Hambali sendiri sebelumnya dituntut 4 tahun kurungan penjara sementara Kartino dan Yudi Irfani dituntut JPU sanksi pidana hukuman penjara masing 2 tahun 6 bulan terkait proyek pengadaan pupuk organik di Basel bersumber APBD tahun anggaran (TA) 2012 senilai Rp 3.715.115.250 atau senilai Rp 3,7 miliar lebih itu.

JPU yang hadir dalam persidangan malam itu, Adhi Putra Graha SH mengatakan jika pihaknya 'pikir-pikir' terkait putusan majelis hakim yang menyidang perkara tipikor malam itu.

Sementara putusan majelis hakim pun malam itu para penasihat hukum tiga terdakwa tersebut justru menerima putusan majelis hakim.

"Terkait vonis hakim terhadap klien kami (Yudi Irfani--red) itu kami tetap menerimanya jadi kami tidak melakukan upaya banding," ujar seorang penasihat hukum terdakwa (Yudi Irfani), Tukijan SH kepada bangkapos.com, Jumat (13/1/2017) di Pangkalpinang.

Hal senada diungkapkan oleh Iwan Prahara SH selaku penasihat hukum terdakwa (Kartino).

"Tidak banding. Jadi malam itu kami menerima putusan majelis hakim tersebut," ujar Iwan singkat, Jumat sore(13/1/2016) dihubungi melalui ponselnya.

Kasus tipikor pupuk organik Basel ini terungkap berawal dari pengusutan yang dilakukan oleh Subdit Tipikor Polda Babel, namun dari kegiatan proyek tersebut ketiga tersangka itu diduga telah mengakibatkan merugikan keuangan negara hingga mencapai angka Rp 1,2 miliar lebih (hasil perhitungan dari pihak BPKP Provinsi Babel).

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help