Mengerikan, Sakit Perut tak Tertahankan Selama 18 Tahun, Ternyata Benda Ini Bersarang di Perutnya

Van Nhat (54), pria asal Vietnam ini menderita sakit perut yang tak tertahankan selama 18 tahun. Dan tak disangka ada sesuatu yang tertinggal di ...

Mengerikan, Sakit Perut tak Tertahankan Selama 18 Tahun, Ternyata Benda Ini Bersarang di Perutnya
Net

BANGKAPOS.COM -- Van Nhat (54), pria asal Vietnam ini menderita sakit perut yang tak tertahankan selama 18 tahun. Dan tak disangka ada sesuatu yang tertinggal di dalam perutnya selama ini, yang membuatnya terus menahan kesakitan yang sangat.

Baca: Tega, Pria Ini Sekap dan Gantung Pacarnya, Selanjutnya. . .

Seperti dilansir dailymail.com, Sabtu lalu (7/1) di pemeriksaan rongent yang dilakukan Van Nhat, menunjukkan adanya gunting yang bersarang di perut lelaki ini. Gunting tersebut kini telah dikeluarkan dari perut Van Nhat.

Baca: Hanya Ungguli Brunei dan Timor Leste, Posisi Indonesia Melorot di Daftar Terbaru Ranking FIFA

Gunting tersebut rupanya adalah gunting yang tertinggal ketika dirinya menjalani operasi 18 tahun silam, di sebuah klinik di kota Vietnam utara Thai Nguyen.

Baca: Ini Dia Lima Film Daur Ulang yang Paling Dinanti Sepanjang 2017

Lelaki yang bernama lengkap Ma Van Nhat ini menjalani operasi pada tahun 1998 yang lalu setelah kecelakaan mobil.

Akhirnya, dokter di Vietnam menemukan gunting sepanjang 6 inci di dekat usus besarnya setelah dilakukannya USG. Ia kemudian menjalani operasi selama tiga jam untuk mengambil gunting tersebut.

Nhat sendiri telah mampu hidup normal selama dua dekade. Seperti makan, minum, dan hidup normal.

Dilakukannya USG tersebut hanya ketika Nhat sudah tak bisa lagi menahan rasa sakit perutnya. Pihak rumah sakit Nhat tengah berusaha mencari dokter yang mengoperasi Nhat 18 tahun lalu, untuk mencari tahu mengapa gunting tersebut bisa sampai tertinggal di perut lelaki tersebut.

Sumber: dailymail.com

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved