Bawa Golok, Seorang Pria Ngamuk Bunuh Ponakannya dan Serang Kantor Polisi

seorang warga bernama Rosadi (70) yang akan menolong korban pun malah ikut terkena sabetan golok di bagian wajah

Bawa Golok, Seorang Pria Ngamuk Bunuh Ponakannya dan Serang Kantor Polisi
Tribunnewsbogor/ istimewa
Anggun (3) tewas di tangan pamannya, Mamat Bin Arman (40) sendiri yang diduga mengalami gangguan jiwa 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

BANGKAPOS.COM, BOGOR - Seorang pria bernama Mamat bin Arman (45) mengamuk dan memabi buta menyerang keluarganya sendiri menggunkan senjata tajam, Jumat (13/1/2017).

Akibatnya seorang balita perempuan tewas.

Kapolsek Rumpin, Kompol Sudirman Simangunsong menjelaskan, saat itu korban bernama Anggun (3) bersama keluarganya sedang berada di kamar.

Tiba-tiba, pelaku datang membawa golok.

Akibatnya Seisi rumah yang berlokasi di Kampung Pabuaran RT 02/03 Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu berhamburan keluar menyelamatakan diri.

"Pelaku mengejar orang-orang hingga ke luar rumah, Nahas saat itu pelaku kembali bertemu korban yang sedang digendong ibunya," katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Lanjutnya, korban diketahui merupakan keponakan pelaku.

Pelaku langsung membacokan golok hingga mengenai kepala korban,

Bahkan, seorang warga bernama Rosadi (70) yang akan menolong korban pun malah ikut terkena sabetan golok di bagian wajah dan jarinya hingga nyaris putus.

"Kedua korban di rawat di RSUD Leuwiliang, tapi Anggun nyawanya tidak tertolong karena mengalami luka bacokan cukup parah di leher dan kepalanya," kata dia.

Bahkan, saat akan ditangkap polisi pelaku kembali melakukan perlawanan hingga melukai tangan kapolsek dan harus dijahit sebanyak tiga jahitan.

"Pelaku sudah kami amankan, diduga mengalami gangguan mental," tambahnya.

Namun, untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku polisi akan memanggil saksi ahli kejiwaan dari rumah sakit jiwa.

Barang bukti yang berhasil diamankan sebilah golok yang digunkan pelaku untuk menganiaya tetangga dan ponakannya sendiri.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help