BangkaPos/

Mengintip 'peternakan mayat' Freeman Ranch, Disini Mayat Manusia Dibiarkan Bergeletakan Membusuk

Umumnya, peternakan menjadi rumah bagi hewan ternak, tidak demikian dengan peternakan di Texas ini

Mengintip  'peternakan mayat'  Freeman Ranch, Disini Mayat Manusia Dibiarkan Bergeletakan Membusuk
media.galaxant.com
Freeman Ranch merupakan bagian dari pusat antropologi forensik di Texas State University. 

BANGKAPOS.COM--Umumnya, peternakan menjadi rumah bagi hewan ternak, tidak demikian dengan peternakan di Texas ini.

Bagaimana jadinya jika peternakan itu jadi 'rumah' mayat?

Tidak ada pemandangan rumput liar yang indah, hanya ada bau busuk menyengat hidung siapa pun yang berkunjung.

Adalah Freeman Ranch, sebuah wilayah peternakan seluas 3.500 hektare yang berada di antara San Marcos dan Wimberley, Texas.

Tempat ini merupakan sebuah peternakan yang juga digunakan sebagai tempat berbagai penelitian.

Freeman Ranch merupakan bagian dari pusat antropologi forensik di Texas State University.

Tempat ini juga menjadi lembaga penelitian terkemuka dan terbesar ke-5 di dunia untuk studi tentang bagaimana tubuh manusia terurai.

Dirangkum TribunTravel.com dari Boredomtherapy, di sini, mayat disumbangkan dan ditinggalkan dalam berbagai kondisi.

Mayat tersebut akan digunakan sebagai materi penelitian untuk memahami lebih lanjut proses dekomposisi (pembusukan) dan membantu investigasi forensik pada kasus kriminal.

Misalnya, ketika ditemukan mayat tak dikenal, pertanyaan pertama polisi biasanya berapa lama orang tersebut meninggal.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help