BangkaPos/

Dua Daerah Ini Pantang Makan Ikan Lele, Simak Kisah di Balik Pantangannya

Namun dibalik kepopuleran ikan ini, ada sebagian masyarakat yang justru pantang memakannya. Memang ini kedengarannya aneh

Dua Daerah Ini Pantang Makan Ikan Lele, Simak Kisah di Balik Pantangannya
kompas.com
Ilustrasi peternak ikan lele 

Ceritanya dimulai ketika Sunan Giri berkunjung ke sebuah desa bernama Barang (diperkirakan berlokasi di Glagah, Lamongan).

Kemudian beliau pun berkeliling lalu mampir di sebuah gubug karena tertarik dengan lampu obornya yang masih menyala.

Lalu didapati di dalam gubug ini adalah seorang janda yang tengah menjahit baju. Kemudian antara Sunan Giri dan si wanita ini pun terlibat obrolan yang panjang hingga tengah malam.

Hingga akhirnya Sunan Giri pun pamit dan tanpa sadar beberapa pusaka beliau ketinggalan. Singkat cerita, Sunan Giri menyadari hal tersebut lantas mengutus seseorang bernama Bayapati untuk mengambilnya.

Bayapati bisa mengambil pusaka itu dengan cukup mudah. Tapi, si janda yang sepertinya ingin memiliki benda tersebut tahu dan sejurus kemudian meneriakinya maling.

Seketika masyarakat pun ikut mengejar Bayapati hingga akhirnya pria ini terjun ke sebuah kolam yang penuh ikan lele.

Singkat kata, orang-orang pun menganggapnya meninggal karena tak terlihat lagi. Padahal Bayapati masih hidup.

Karena berjasa menyelamatkan hidupnya, Bayapati pun bersumpah jika ia dan semua keturunannya takkan memakan lele.

Dari sini kemudian beredarlah mitos soal lele dan orang-orang Lamongan. Bayapati sendiri dipercaya sebagai sosok yang ‘membabad alas’ Lamongan.

Akibat Mengonsumsi Lele Bagi Masyarakat Lamongan

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help