Dulu Tahu Ini Santapan Kalangan Terbatas Sekarang Jadi Kebanggaan Warga Sumedang

Tahu di Sumedang mulai dirintis tahun 1917 oleh imigran asal Cina yang datang langsung ke Sumedang melalui pelabuhan Cirebon.

Dulu Tahu Ini Santapan Kalangan Terbatas Sekarang Jadi Kebanggaan Warga Sumedang
Tribun Jabar/Deddi Rustandi
Keluarga Ong Bungkeng, perintis tahu sumedang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi

“Ngeunah geuning ieu kadaharan teh, moal burung payu geura. (Lezat dan enak makanan ini pasti akan laku keras sekali, red),” kata Dalem Sumedang Pangeran Soeriaatmadja saat mampir dan mencicipi tahu buatan Ong Bungkeng.

BANGKAPOS.COM -- Tahu Sumedang kini berusia 100 tahun alias satu abad.

Tahu di Sumedang mulai dirintis tahun 1917 oleh imigran asal Cina yang datang langsung ke Sumedang melalui pelabuhan Cirebon.

Makanan camilan yang renyah dan khas ini berasal dari Cina ini menjadi makanan khas dan ikon Sumedang.

Baca: Si Imut Hanya Dibanderol Rp 23 Juta Ditunggu-tunggu Netizen

Tahu Bungkeng menjadi perintis tahu di Sumedang sejak 1917.

“Saya sebagai cucu dari Bungkeng, sangat bangga hasil olahan buyut saya menjadi ikon Sumedang menghidupi keluarga kami juga juga ratusan pengusaha tahu Sumedang serta para pegawainya,” kata Suryadi Ukim (52) pemilik gerai Tahu Bungkeng saat ditemui di tokonya, Rabu (18/1/2017).

Baca: 5 Orang Terkaya Indonesia Ini Sudah Jadi Warga Negara Asing

Cikal bakal Tahu Sumedang ini dibawa oleh seorang imigran asal Tionghoa bernama Ong Kino yang tiada lain adalah buyut Suryadi yang datang ke pulau Jawa melalui pelabuhan Cirebon, awal tahun 1900-an.

“Sesampai di Sumedang ia langsung mendirikan pabrik Tahu di Jalan Sebelas April ini,” ujarnya.

Plang pabrik tahu sumedang yang pertama
Plang pabrik tahu sumedang yang pertama

Ong Kino memang yang merintis usaha Tahu di Sumedang, tetapi yang terkenal perintis Tahu adalah Ong Bungkeng yang tidak lain dari anaknya Ong Kino yang menyusul ke Jawa.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help