Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak

Bikin Bergidik, Tanpa Belas Kasihan Aliong Benamkan Keponakannya Aura Hidup-hidup

Kisah pembantaian ini diperagakan kembali oleh 'si pembunuh sadis' Tersangka Aliong (39), dalam reka ulang, Kamis (19/1/2017)

Bikin Bergidik, Tanpa Belas Kasihan Aliong Benamkan Keponakannya Aura Hidup-hidup
Bangkapos/Deddy Marjaya
Aliong menunjukkan caranya memayungi Aura sebelum dibenuh dalam rekontruksi pembunuhan di Desa Rebo Kabupaten bangka Kamis (19/1/2017). Aliong sebelumnya lebih dahulu menghabisi Amelia ibu kandung Aura dengan cara mencekik leher kemudian membunuh Aura dengan cara yang sama. 

Setelah kurang lebih 20 menuggu dan memastikan bawah Korban Imelda tewas, Tersangka Aliong menuju pondok di belakang rumahnya untuk mengambil karung bekas makanan babi sebanyk dua karung dan kembali ke kamar, tempat mayat korban Imelda berada, sambil mengancam Aura agar tidak ikut berteriak (adegan ke sembilan).

Tersangka Aliong mengambil dua karung, kemudian memasukan kaki korban pada karung pertama, dan karung kedua untuk membungkus kepala korban (adegan ke 10).
Setelah korban Imelda, dimasukan ke dalam karung, mayat dalam karung ini digendong oleh tersnagka dengan menggunakan pundak.

Namun pada saat tersangka mengangkat badan korban, karung pembungkus lepas jatuh dan korban kembali meletak jenazah Imelda di lantai (Adegan ke 11).

Tersangka Aliong kembali ke pondok di belakang rumah mengambil tali, kemudian masuk lagi ke rumahnya(Adegan ke 12).

Setelah di kamar, tersangka mengikat dua karung pada mayat Imelda, hingga dua karung menjadi satu. (Adegan ke 13).

Setelah mengikat karung berisi mayat Imelda, karung tersebut dipanggul di atas pundak dan dibawa tersangka ke semak-semak belakang rumah tersangka berjarak 20 meter (pada adegan ke 14).

Pada adegan ke 15, Tersangka mengangkut batu gunung yang ada di rumah tersangka berulang ulang, hingga terkumpul 4 batu dan batu tersebut diletakan disampuing mayat korban (Adegan ke 15).

Kemudian pada adegan ke 16 tersangka masuk ke dalam kamar, membawa anak korban (Aura) ke pohon kertas (akasia) di belajkang rumah tidak jauh dari mayat ibunya diletakan.

Di pohon kertas tersebut, Aura (6) diikat kaki dan tangannya, dan kemudian Tersangka Aliong pergi menjemput anak dan istrinya. di Pantai Tikus Emas Sungailiat, dengan terlebih dahulu merapikan ruang tamu, kamar serta mengambil uang 300 ribu yang tadinya dipinjamkan ke korban Imelda. Tersangka juga mengambil Handphone dan kunci motor korban (Adegan ke 17)

Pada pukul 18.30 WB (1 Januari 2017), tersangka tanpa diketahui keluarganya, kembali menemui anak korban yang terikat di pohon akasia.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved