Pria Bertato Kwaci Ini Diduga Membunuh Lina Janda Biduan Belitung yang Juga Pacarnya

Tangan bagian kiri pria yang berprofesi sebagai pemain musik campak tersebut, kini masih dikenakan infus.

Pria Bertato Kwaci Ini Diduga Membunuh Lina Janda Biduan Belitung yang Juga Pacarnya
Pos Belitung/Disa Aryandi
Sahirun, Senin (23/1/2017) ketika berada di Rumah Sakit H Marisidi Judono Kabupaten Belitung. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Sahirun (44) warga Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Senin (23/1/2017) kini berada dikamar dua ruang Serkik Rumah Sakit H Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

Kondisi pria yang memiliki tato bertulisan "Kwaci" dibagian lengan atas tangan sebelah kiri tersebut, hingga kini belum bisa berkomunikasi dengan baik.

Baca: Biduan Belitung Tewas Bukan Bunuh Diri Tapi Dihabisi Pacarnya Sendiri, Begini Penjelasan Polisi

Ketika Posbelitung.com menyambangi Sahirun, pria yang berstatus duda ini dalam kondisi tidur. Komunikasi terhadap dugaan pelaku pembunuhan korban Juaini (38) ini, belum bisa.

Baca: Cewek ABG Ganas, Minta Diperkosa Sambil Todong Pisau ke Leher Pria

"Belum merespon kalau ngomong. Saya tanyak juga gak dijawab-jawab, cuma bilang tidak tau gitu, terus ngangguk-ngangguk," ucap kakak Sahirun, Rusani kepada Posbelitung.com, Senin (23/1/2017).

Baca: Gila Dua Petani Ini Paksa Remaja Berbuat Intim, Parahnya Setelah Selesai Keduanya Malah Ikutan

Pantauan posbelitung.com, Sahirun kini masih terlentang dan memejamkan mata diatas kasur kamar dua ruangan Serkik Rumah Sakit.

Baca: Anas Setengah Jam Bertarung Melawan Ikan Marlin di Perairan Tanjung Kelumpang

Tangan bagian kiri pria yang berprofesi sebagai pemain musik campak tersebut, kini masih dikenakan infus.

Sebelumnya, seorang Janda tersebut berangkat dari rumah untuk berangkat kelokasi campak di Desa Parang Bulo, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Sabtu (21/1/2017) sekitar pukul 19.10 WIB bersama seorang pria bernama Sahirun (44).

Baca: Kakek Bejad, Teganya Cucu yang Masih Usia 10 Tahun Disetubuhi Berkali-kali

Dua orang ini, lantas menggunakan sepeda motor KTM list Jupiter Z tanpa plat nomor.

Mereka berangkat dari rumah korban Juaini di perumahan Angkasa Puri PT Foresta Desa Kembiri, Kecamatan Membalong bersamaan dengan anak Juaini, Gini Ferlina alias Lina (23).

Disepanjang jalan, Lina yang mengendarai sepeda motor sendiri berada dibagian depan sepeda motor yang dikendarai Suhairi.

Disepanjang Jalan dari Desa Kembiri menuju Desa Parang Bulo, wanita yang menggunakan jaket merah muda ini terus memantau kendaraan Suhairi dari kata spion.

Jika kondisi kendaraan Suhairi sudah tidak terpantau oleh Lina, maka dia memutuskan untuk berhenti.

Pasalnya tujuan tiga orang ini adalah untuk melakukan mentas musik campak di Desa Parang Bulo.

Kata Lina, ketika diawal masuk Kampung RT 14 Dusun Parang Bulo, Desa Parang Bulo, Kecamatan Membalong (dari Desa Kembiri) sepeda motor Suhairi memang sudah tidak terlihat dari pantauan Lina. (*).

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help