139 Polisi Indonesia Diamankan Otoritas Sudan

139 anggota Polri tertahan di Bandara Al Fashir Sudan atas tuduhan upaya penyelundupan senjata api ilegal.

139 Polisi Indonesia Diamankan Otoritas Sudan
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengirimkan tim ke Sudan menyusul 139 anggotanya yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB, Satgas Formed Police Unit (FPU) VIII.

139 anggota Polri tersebut tertahan di Bandara Al Fashir sejak Sabtu (21/1/2017) atas tuduhan upaya penyelundupan senjata api ilegal.

Mereka diamankan setelah otoritas setempat menemukan koper tak dikenal berisi senjata api ilegal dekat tumpukan logistik barang kontingen FPU Indonesia saat pemeriksaan di bandara.

Padahal, pimpinan dan anggota Satgas FPU sudah memastikan koper tersebut bukan bagian milik mereka.

Baca: Presiden Ini Kuras Kas Negaranya Sampai Kosong Sebelum Tinggalkan Kursi Kekuasaan

Ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/1/2017), Kepala Bagian Penerangan Umum Kombes Pol Martinus Sitompul, menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Informasi tersebut diperoleh berdasarkan informasi dari Kasatgas FPU VIII, AKBP Jhon Huntalhutajulu.

Menurut Martinus, sedianya pada Sabtu (21/1/2017), sebanyak 139 anggota Polri yang tergabung dalam Satgas FPU VIII kembali ke Indonesia dan dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Minggu (22/1/2017) kemarin.

Pemulangan kontingen pasukan perdamaian dari Polri ini menyusul berakhirnya masa tugas dan sudah diberangkatkan 140 anggota Satgas FPU IX untuk menggantikan tugas mereja di Sudan sejak Jumat (20/1/2017).

Mulanya, pada 15 Januari 2017, anggota FPU VIII melakukan persiapan dan pengemesan barang logistik di Garuda Camp, El Geneina, Darfur, Sudan.

Baca: Heboh PNS Cantik Digerebek Bersama Sekda di Kamar Hotel

Saat itu, tim dari Polisi Militer setempat sudah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang bawaan kontingen dan telah dinyatakan aman.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved