Baharuzaman Lapor Megawati Soekarnoputri ke Polisi, Gara-gara Kalimat Ini

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, membenarkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri

Baharuzaman Lapor Megawati Soekarnoputri ke Polisi, Gara-gara Kalimat Ini
tribunnews.com
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri pagelaran teater kebangsaan, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (23/1/2017). Pagelaran teater kebangsaan bertajuk Tripikala , Tertawa Bersama Megawati Soekarnoputri ini, digelar bertepatan dengan hari ulang tahun Megawati Soekarnoputri ke 70 tahun dan dihadiri Presiden Jokowi beserta sejumlah tokoh politik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, membenarkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dilaporkan Baharuzaman ke Bareskrim pada Senin (23/1/2017), atas dugaan penodaan agama terkait pidato HUT ke-44 PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

Merujuk surat pelaporan, pelapor menyampaikan merasa sangat terhina dengan petikan kalimat pidato Megawati.

Baca: Kisah Megawati Soekarno Putri, Dilahirkan Saat Soekarno Dibuang Belanda ke Pulau Bangka

Dalam uraian kejadian yang tertuang di surat pelaporan kepolisian, Baharuzaman selaku Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama, pada tanggal 10 Januari 2017 sekitar 10.45 WIB, menyaksikan pidato sambutan Megawati Soekarputri dalam acara HUT ke-44 PDIP melalui televisi.

Saat itu, Baharuzaman mendengar pernyataan Megawati dalam pidato tersebut yang diduga ada unsur penodaan agama.

Setelah menyaksikan tayangan pidato Megawati melalui televisi tersebut, Baharuzaman mengunduh video pidato sambutan Megawati dari Youtube pada hari yang sama sekitar pukul 21.00 WIB dan menyimpannya dalam CD.

Baca: Ketua Umum PDI Perjuangan Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penodaan Agama

Adapun kata-kata atau kalimat Megawati yang diduga menodai agama adalah, "Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self fulfilling propechy’, para peramal masa depan.

Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya."

Baharuzaman merasa kata-kata atau kalimat Megawati bahwa para pemimpin yang menganut ideologi tertutup sebagai peramal masa depan yang diduga mengandung unsur Penodaan Agama tersebut sangat terhina.

Sehingga ia melaporkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai hukum yang berlaku.

Baca: Ciutannya Soal Rizieq Shihab Bikin Netizen Geram, Uus Tiba-tiba Keluar dari OVJ dan Inbox

Dalam surat laporan polisi bernomor LP/79/I/2017/Bareskrim tertanggal 23 Januari 2017, Megawati dilaporkan melanggar Pasal 156 dan atau Pasal 156 a KUH Pidana tentang penodaan agama.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help