Lima Bulan Lagi Daun Pelawan di Lahan Reklamasi Air Jangkang Sudah Bisa Dipanen

Meski baru satu bulan ditanam di lahan bekas tambang Air Jangkang PT Timah Tbk, pohon Pelawan muda sudah mampu menyerap limbah

Lima Bulan Lagi Daun Pelawan di Lahan Reklamasi Air Jangkang Sudah Bisa Dipanen
Bangkapos/Dodi
Dirut PT Timah Tbk Moctar Riza Pahlevi Thabrani, di dampingi Dirops Muhammad Rizki, GM Babel Dicky Sinoritha, Kepala Unit Tambang Darat Bangka Benny Hutahean, Kepala 3LH Sadina Surya, Kepala MRUI M Hatta dan Kabid Reklamasi Haspani, melakukan penanaman pohon Pelawan di Lahan Reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk, Sabtu (17/12/2016) lalu.


BANGKAPOS.COM, BANGKA,
--  Pembina Yayasan O2 Pelawan Suhada optimis dalam waktu lima bulan lagi sudah bisa panen pucuk muda daun Pelawan, di lahan Reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk, di Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Sebanyak 2.500 pohon pelawan yang ditanam PT Timah Tbk melalui Yayasan O2 Pelawan pada Sabtu (17/12/2016) lalu, kini mulai membesar. Bahkan sebagian besar pertumbuhannya sudah mencapai setengah meter.

“Alhamdulillah lebih dari 90 persen pohon pelawan yang kita tanam bulan desember lalu tumbuh baik. Kita optimis sekitar lima bulan lagi sudah bisa memetik daun muda pelawan ini untuk kita jadikan the daun pelawan,” ujar Suhada, Selasa (24/1/2017).

Pada Sabtu (17/12/2016) lalu, PT Timah Tbk bermitra dengan Yayasan O2 Pelawan telah melakukan penanaman 2.500 pohon Pelawan, di Lahan Reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk.

Lahan reklamasi ini terletak di Jalan Seri Bulan Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Lahan yang akan menjadi percontohan tanaman pelawan ini hanya seluas satu hektar.

Menurut Suhada kemampuan hidup pohon Pelawan ini sangat tinggi. Bahkan tanpa pupuk pohon pelawan ini bisa hidup baik di lahan yang sangat kritis.

Meski baru satu bulan ditanam di lahan bekas tambang Air Jangkang PT Timah Tbk, pohon Pelawan muda sudah mampu menyerap limbah atau polutan eks tambang.

Hal ini disebabkan kemampuan fitomeridial pohon pelawan sangat baik dibandingkan tanaman lain.

“Lihat air yang seperti berkatat di lahan eks tambang ini, ternyata tidak menghambat pertumbuhan tunas daun baru pohon pelawan. Coba pohon jenis lain, mungkin sudah mati,” tukas Suhada.

Warna merah dan bercak darah pada daun pelawan tersebut, kata Suhada, menjadi bukti bahwa pohon pelawan sangat luar biasa dalam menetralisir polutan dan limbah karbon di sekitar lahan reklamasi eks tambang.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved