BangkaPos/

Penanaman Lada Meningkat Tapi Ekspor Malah Turun, Harga Diprediksi Capai 150 Ribu/kilo

Kendati animo masyarakat Babel untuk kembali berkebun Lada semakin tinggi, produksi lada yang dihasilkan petani hingga saat ini belum maksimal

Penanaman Lada Meningkat Tapi Ekspor Malah Turun, Harga Diprediksi Capai 150 Ribu/kilo
bangkapos/khamelia
Warga memanen lada dikebunnya, foto diambil Kamis (4/8/2016) 

BANGKAPOS.COM--Kendati animo masyarakat Babel untuk kembali berkebun Lada semakin tinggi, produksi lada yang dihasilkan petani hingga saat ini belum maksimal.

Penyebabnya, tanaman lada membutuhkan waktu dua tahunan hingga memasuki panen besar dan baru beberapa tahun belakangan warga kembali antusias berkebun lada.

Baca: Asyik, Oto Pownis Kini Kembali Mengaspal Lagi di Kota Pangkalpinang

Selain itu faktor cuaca  buruk, bencana alam yang melanda pulau Bangka dan semakin menyempitnya lahan menjadi salah satu penyebab  kurang maksimalnya produksi lada.

Baca: Inilah 4 Rahasia Kartun Upin dan Ipin , Satu di Antaranya Kematian Orangtua Si Kembar

"Untuk produksi lada memang belum maksimal, yang sudah panen saat ini kan lada yang ditanam dua tahunan kebelakang," ungkap Kepala Dinas Pertanian, perkebunan dan peternakan (distanbunak) Babel Toni Batubara, Selasa (2/1/2017).

Ia menjelaskan untuk harga lada sendiri saat ini masih diatas 100 ribu rupiah perkilo dan diharapkan harganya tetap stabil tidak sampai dibawah 100 ribu perkilogram.

Baca: Inilah 12 Gejala Pertanda Tubuh Anda Terserang Penyakit serius

"Kalau dibawah 100 ribu petani pasti menjerit karena tidak sebanding biaya produksinya," ungkap Toni Batubara.

Hijaunya deretan tanaman lada di kebun percontohan BP3L Babel?.
Hijaunya deretan tanaman lada di kebun percontohan BP3L Babel?

Sebelumnya Ketua Asosiasi Ekportir Lada Indonesia (AELI) Zainal  Arifin mengungkapkan umlah ekspor lada pada tahun 2016 malah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015.

Penurunan jumlah ekspor lada ini diakibatkan menurunnya produktifitas panen lada akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Babel sejak tahun 2015.

Berdasarkan data yang diperoleh Bangkapos.com dari pihak Asosiasi Eksportir Lada Indonesia (AELI), ekspor lada pada tahun ‎2015 mencapai 7500 ton, sementara pada tahun 2016 ekspor lada sampai akhir tahun hanya 6500 ton.

‎"Ini memang sudah kita diprediksi sebelumnya akibat pengaruh cuaca buruk. ‎Untuk tahun 2017 ini sepertinya belum ada peningkatan ekspor. Pohonnya memang bertambah tapi belum berbuah dan yang sudah berbuah mengalami cuaca buruk jadi produksinya tidak maksimal," ungkap ketua AELI Babel Zainal Arifin baru-baru ini.

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help