Bank Indonesia Beberkan 4 Informasi Keliru Terkait Uang Rupiah Baru

Simbol BI merupakan satu unsur pengaman pada uang rupiah, yaitu rectoverso atau gambar saling isi, bukan lambang palu arit.

Bank Indonesia Beberkan 4 Informasi Keliru Terkait Uang Rupiah Baru
Antara/Adwit B Pramono
Lembaran mata uang Rupiah edisi baru diperlihatkan di Manado, Sulawesi Utara, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan tujuh pecahan uang Rupiah kertas dan empat pecahan uang Rupiah berbahan logam, bergambar Pahlawan Nasional dengan desain baru. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayu Martanto menyampaikan empat informasi keliru terkait uang baru emisi tahun 2016 yang saat ini beredar di tengah-tengah masyarakat.

Baca: Diinjak Kuda, Andy Lau Alami Cedera Parah, Biaya Pemulihannya Mengejutkan

"Informai itu tidak benar sama sekali. Kami terus melakukan sosialisasi dan klarifikasi karena dapat memecah belah persatuan bangsa," katanya di Pangkalpinang, Selasa (25/1/2017).

Baca: Ketika Mbah Mijan Mulai Beberkan Apa yang akan Terjadi Jika Ahok Tetap Jadi Gubernur DKI Jakarta

Bayu menjelaskan, informasi yang salah itu yakni terkait gambar palu arit di uang kertas, warna uang kertas yang mirip mata uang China yakni Yuan, pemilihan gambar pahlawan nasional nonmuslim dan pencetakan uang yang dilakukan di perusahaan swasta.

Baca: Ini Fakta Sebenarnya tentang Logo Mirip Palu Arit di Uang Rp 100 Ribu

Ia menjelaskan terkait simbol BI merupakan satu unsur pengaman pada uang rupiah, yaitu rectoverso atau gambar saling isi, bukan lambang palu arit yang kini sedang menjadi isu.

"Desain unsur pengaman rectoverso telah diketahui oleh lembaga tinggi negara yang lain yaitu BIN, Polri, Kejaksaan dan Kementerian Keuangan," ujarnya.

Baca: Rizieq Shihab Minta Pemerintah Tarik Uang Rupiah Baru dari Peredaran

Menurut dia, untuk warna uang rupiah sudah sesuai dengan standar bank sentral di seluruh dunia dan sama sekli tidak dimiripkan dengan Yuan.

"Adanya irisan warna mirip antara mata uang satu negara dengan negara lain merupakan hal yang wajar. Bukan karena BI memiripkan mata uang dengan negara lain," ujarnya.

Sementara pemilihan gambar pahlawan pada uang rupiah didasarkan pada pertimbangan keterwakilan daerah dan tidak ada muatan politis atau unsur suku, agama dan ras.

"BI telah memperoleh izin dari ahli waris pahlawan nasional itu atas pemuatan gambar di uang rupiah," jelasnya.

Baca: Habib Rizieq Minta Rupiah Baru Ditarik, Ini Jawaban Sri Mulyani

Selain itu BI juga tidak pernah mencetak uang di PT Pura Barutama karena selalu mencetak uang di Perum Peruri.

"Tetapi yang benar, PT Pura Barutama merupakan salah satu dari 15 produsen pemasok bahan uang kertas rupiah," jelasnya. (Antara)

Editor: fitriadi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved