Politik Sepiring Nasi Jagung, Ikan kembung dan Lalap Sambel

Setiap tahun, Hari Gizi diperingati dengan cirinya masing-masing. Yang pasti, tak luput dari semua situasi dan kondisi

Politik Sepiring Nasi Jagung, Ikan kembung dan Lalap Sambel
NET
Ilustrasi lalapan 

Oleh: DR.dr.Tan Shot Yen,M.hum

BANGKAPOS.COM - Setiap tahun, Hari Gizi diperingati dengan cirinya masing-masing. Yang pasti, tak luput dari semua situasi dan kondisi yang merupakan cermin status gizi saat itu.

Pesatnya jalur informasi, teknologi dan transportasi misalnya, sebagai pendongkrak pangan industri yang seakan menjadi ‘jagoan’ penyelamat publik yang tunggang langgang mengatakan tak punya waktu untuk memasak.

Status gizi yang muncul akhirnya amat tipikal dengan gaya hidup. Termasuk penyakitnya.

Pemahaman setengah-setengah atau hanya mengobati sebatas keluhan yang muncul, bukan hanya membuat masalah sebenarnya tak terselesaikan, tapi juga menorehkan paradigma ngawur tentang layanan kesehatan.

Dalam konteks gizi, begitu kita berada dalam deretan tertinggal (apalagi tersasarkan), untuk mengejar kembali ke jalur semestinya bukanlah semudah membalikkan telapak tangan.

Kepanikan tampak nyata saat segala cara ditempuh – bahkan pelbagai upaya yang validitas dan efektivitasnya belum terbukti, atau sudah terlalu usang, atau malah berisiko menimbulkan ekses yang tak terpikirkan sebelumnya.

Seorang anak dengan gizi buruk misalnya, kontributor ketinggalan tinggi dan berat badan tidak semata-mata akibat kurang asupan kalori protein.

Infeksi samar dan tersembunyi menahun jika tak tertangani secara sinergis, membuat apa pun yang masuk ke tubuhnya menjadi hal yang sia-sia.

Sebutlah asupan tinggi mineral dan pelbagai vitamin termasuk zat besi. Alih-alih mendorong pertumbuhan, justru status anemia menjadi kian parah dengan adanya parasit cacing usus yang belum diberantas.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved