BangkaPos/

Menguak Mitos Turunnya Hujan Saat Imlek dan Lima Mitos Larangan

Meski tersebar ke berbagai penjuru dunia, namun ternyata ada kesamaan soal mitos kepercayaan atau pantangan dalam merayakan Imlek

Menguak Mitos Turunnya Hujan Saat Imlek dan Lima Mitos Larangan
Bangkapos/Riyadi
Warga Etnis Tionghoa di Desa Lumut Kecamatan Belinyu, memasang lampion untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2568. 

Rumah sebaiknya dibersihkan atau direnovasi sebelum menjelang malam tahun baru tiba; karena bila membersihkan rumah pada hari H nya dipercaya akan mengusir keberuntungan di sepanjang setahun yang akan berjalan.

Saat menjelang malam pergantian tahun baru, bukalah pintu utama (atau pintu yang langsung menghubungkan ke ruang tamu) lebar-lebar, karena dipercaya banyak Dewa-Dewi yang akan memberikan rezeki pada malam tersebut.

Momen malam tahun baru Imlek ini biasanya banyak dimanfaatkan keturunan Tionghoa dengan kumpul bersama keluarga inti di ruang tamu untuk menghangatkan suasana; dan tak sedikit juga yang rela begadang hingga pagi demi menghirup hawa tahun baru pertama.

2. Jangan Berbicara Hal-Hal Yang Berbau Kematian

Orang-orang tua dulu mengajarkan kepada anak-anaknya agar tidak mengucapkan kata-kata yang berbau kematian saat Imlek berlangsung.

Hal ini dipercaya bahwa apa yang akan terjadi pada awal tahun baru, bisa menggambarkan apa yang akan terjadi di sepanjang tahun kemudian.

Pembicaraan seputar hantu atau apapun yang terkait dengan roh orang yang sudah meninggal juga dilarang karena diyakini akan membawa unsur kematian.

Selain itu juga tidak boleh membuat anak-anak menangis di malam tahun baru, karena membawa suasana kesedihan; dimana seharusnya tercipta suasana kegembiraan oleh tawa anak-anak.

3. Simpan Benda-Benda Ini Saat Tahun Baru Imlek

Alat-alat pembersih rumah seperti kemoceng, kain pel dan sapu harus disimpan sebelum malam pergantian tahun baru.

Halaman
123
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help