Pria Inilah yang Tega Menghabisi Nyawa Janda Biduan Asal Belitung

Polisi menjemput pelaku bernama Sahirun (44) warga Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung ini di Rumah Sakit

Pria Inilah yang Tega Menghabisi Nyawa Janda Biduan Asal Belitung
Pos Belitung/Disa Aryandi
Sahirun (tengah), Kamis (26/1/2017) ketika diamankan di Polres Belitung.

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Setelah menjalani rawat inap dikamar 2 ruang Serkik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Kamis (26/1/2017) hari ini pelaku pembunuhan terhadap Biduan Campak di Membalong kini telah berada dikantor Polres Belitung.

Polisi menjemput pelaku bernama Sahirun (44) warga Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung ini di Rumah Sakit dengan mengendarai mobil tahanan.

Baca: Pria Berjaket Tiba-tiba Muncul, Ngaku Melihat Pelaku Habisi Nyawa Janda Biduan Campak Belitung

Kondisi pelaku pembunuh Juaini (38) ini telah dinyatakan oleh pihak rumah sakit membaik dan telah diperkenankan untuk pulang, setelah menjalani perawat.

Satreskrim Polres Belitung dan Polsek Membalong, Selasa (24/1/2017) ketika melakukan pra rekon terhadap kasus pembunuhan Biduan Campak di Membalong.
Satreskrim Polres Belitung dan Polsek Membalong, Selasa (24/1/2017) ketika melakukan pra rekon terhadap kasus pembunuhan Biduan Campak di Membalong.

Baca: Dengar Suara Minta Tolong, Pria Berjaket Abu-abu Lihat Biduan Terkapar di Selokan

Pria yang berprofesi sebagai pemain alat musik campak ini, ketika tiba dikantor polisi langsung menggunakan baju tahan. Pasalnya polisi telah memastikan, pelaku dari pembunuh Juaini adalah Sahirun.

Baca: Beginilah Adegan Cara Taufik Menghabisi Nyawa Pemilik Ruko Achan

"Iya langsung kami tahan. Dia juga sudah resmi sebagai tersangka atas kejadian itu. Untuk selanjutnya dia akan diproses lebih lanjut, dan yang bersangkutan diamankan didalam sel tahanan," jelas Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Chandra Mata Rohansyah kepada Posbelitung.com, Kamis (26/1/2017).

Sebelumnya, seorang Janda tersebut berangkat dari rumah untuk berangkat kelokasi campak di Desa Parang Bulo, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Sabtu (21/1/2017) sekitar pukul 19.10 WIB bersama seorang pria bernama Sahirun (44).

Dua orang ini, lantas menggunakan sepeda motor KTM list Jupiter Z tanpa plat nomor.

Mereka berangkat dari rumah korban Juaini di perumahan Angkasa Puri PT Foresta Desa Kembiri, Kecamatan Membalong bersamaan dengan anak Juaini, Gini Ferlina alias Lina (23).

Disepanjang jalan, Lina yang mengendarai sepeda motor sendiri berada dibagian depan sepeda motor yang dikendarai Suhairi.

Disepanjang Jalan dari Desa Kembiri menuju Desa Parang Bulo, wanita yang menggunakan jaket merah muda ini terus memantau kendaraan Suhairi dari kata spion.

Jika kondisi kendaraan Suhairi sudah tidak terpantau oleh Lina, maka dia memutuskan untuk berhenti. Pasalnya tujuan tiga orang ini adalah untuk melakukan mentas musik campak di Desa Parang Bulo.

Kata Lina, ketika diawal masuk Kampung RT 14 Dusun Parang Bulo, Desa Parang Bulo, Kecamatan Membalong (dari Desa Kembiri) sepeda motor Suhairi memang sudah tidak terlihat dari pantauan Lina. (*).

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved