Sahirun Tidak Tewas Tujuh Kali Tusuk Diri Sendiri dengan Pisau, Malah Nyawa Pacarnya Melayang

Sahirun dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, lantaran mengalami tujuh luka

Sahirun Tidak Tewas Tujuh Kali Tusuk Diri Sendiri dengan Pisau, Malah Nyawa Pacarnya Melayang
Pos Belitung/Disa Aryandi
Sahirun (baju kuning), Kamis (26/1/2017) ketika berada di Polres Belitung.

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Kondisi pelaku pembunuhan terhadap Juaini (38) seorang biduan campak di Membalong, Kamis (26/1/2017) hari ini sudah mulai membaik. Komunikasi yang dijalin kepada pelaku, Sahirun (44) sudah terkesan seperti biasa.

Pria yang tinggal di Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung itu, kini sudah berada di Polres Belitung untuk melakukan proses hukum lebih lanjut atas kasus yang menjerat dirinya.

Baca: Pria Inilah yang Tega Menghabisi Nyawa Janda Biduan Asal Belitung

"Iya sudah agak sehatan, pikiran juga sudah agak nyaman. Cuma masih perut ini lah, masih sedikit sakit. Ya beginilah kondisinya," ucap Sahirun kepada Posbelitung.com, Kamis (26/1/2017).

Baca: Pria Berjaket Tiba-tiba Muncul, Ngaku Melihat Pelaku Habisi Nyawa Janda Biduan Campak Belitung

Sahirun dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, lantaran mengalami tujuh luka tusukan dibagian perut. Sehingga sempat membuat pelaku Sahirun menjalani operasi.

Baca: Polantas Pangkalpinang Minta Bengkel Tak Lagi Layani Modifikasi Motor yang Salahi Aturan

Tusukan itu, akibat pelaku Sahirun ini mencoba bunuh diri setelah menghabisi nyawa korban Juaini dipinggir Jalan aspal Ujung Kampung RT 14 Desa Parang Bulo, Kecamatan Membalong.

Baca: Beginilah Adegan Cara Taufik Menghabisi Nyawa Pemilik Ruko Achan

Sebelumnya, seorang Janda tersebut berangkat dari rumah untuk berangkat kelokasi campak di Desa Parang Bulo, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Sabtu (21/1/2017) sekitar pukul 19.10 WIB bersama seorang pria bernama Sahirun (44).

Dua orang ini, lantas menggunakan sepeda motor KTM list Jupiter Z tanpa plat nomor. Mereka berangkat dari rumah korban Juaini di perumahan Angkasa Puri PT Foresta Desa Kembiri, Kecamatan Membalong bersamaan dengan anak Juaini, Gini Ferlina alias Lina (23).

Disepanjang jalan, Lina yang mengendarai sepeda motor sendiri berada dibagian depan sepeda motor yang dikendarai Suhairi.

Disepanjang Jalan dari Desa Kembiri menuju Desa Parang Bulo, wanita yang menggunakan jaket merah muda ini terus memantau kendaraan Suhairi dari kata spion.

Jika kondisi kendaraan Suhairi sudah tidak terpantau oleh Lina, maka dia memutuskan untuk berhenti. Pasalnya tujuan tiga orang ini adalah untuk melakukan mentas musik campak di Desa Parang Bulo.

Kata Lina, ketika diawal masuk Kampung RT 14 Dusun Parang Bulo, Desa Parang Bulo, Kecamatan Membalong (dari Desa Kembiri) sepeda motor Suhairi memang sudah tidak terlihat dari pantauan Lina. (*).

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved