Golput Hingga 40 Persen, KPU Bangka Terpaksa Dor to Dor Ajak Warga ikut Memilih

Tingginya tingkat golongan putih (golput) yang tidak memberikan hak suaranya diprediksi mencapai lebih dari 40 persen.

Golput Hingga 40 Persen, KPU Bangka Terpaksa Dor to Dor Ajak Warga ikut Memilih
IST
Staf KPU Kabupaten Bangka datangi warga di pelosok desa untuk memberikan sosialisasi pilkada mengajak masyarakat datang ke TPS pada tanggal 15 Februari 2017 nanti.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- KPU Kabupaten Bangka mensinyalir masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat untuk hadir pada pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel pada tanggal 15 Februari 2017 nanti.

Tingginya tingkat golongan putih (golput) yang tidak memberikan hak suaranya diprediksi mencapai lebih dari 40 persen.

Untuk itulah KPU Kabupaten Bangka terus berjibaku berjuang meminimalkan angka golput ini.

Bahkan KPU menyisir hingga ke tingkat pelosok desa sampai ibu-ibu majelis taklim agar mau datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya.

"Hasil beberapa diskusi kita dengan beberapa pihak yang peduli terhadap pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung tahun 2017 ditenggarai tingkat golputnya masih cukup tinggi, bahkan ditenggarai lebih dari angka 40 persen. Sekalipun itu memang bukan penelitian resmi," ungkap Komisioner KPU Kabupaten Bangka Divisi Perencanaan dan Data Firman TB Pardede didampingi Ketua KPU Kabupaten Bangka H Zulkarnain kepada bangkapos.com.

Dia mengatakan, KPU perlu mengugah kesadaran masyarakat untuk memberikan hak suaranya pada tanggal 15 Februari nanti lewat media.

Menurutnya pilkada ini bisa sukses dan legitimasi membutuhkan suara masyarakat di Kabupaten Bangka.

"Kami berharap bahwa adanya isu-isu yang ada di luar banyak sekali yang miring janganlah kita langsung termakan begitu saja," imbau Pardede.

Untuk itu KPU dan jajarannya sudah melakukan upaya maksimal melakukan berbagai sosialisasi bahkan dengan door to door (dari pintu ke pintu). Setiap event apapun mereka berusaha hadir untuk memberikan sosialisasi mengenai pilkada agar masyarakat datang ke TPS.

"Masyarakat bisa memahami arti penting pemilu bahwa ini bukan untuk kepentingan elite semata, bukan untuk kepentingan orang-orang partai semata tetapi ini untuk kepentingan kita. Ini adalah hak daripada warga yang sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah, maka berikanlah hak itu. Untuk apa? Untuk kita bukan untuk mereka, sebab dengan kita memberikan pilihan kita maka akan terpilihkan pemimpin yang legitimate secara demokratis mendapatkan dukungan suara yang terbanyak," jelas Pardede.

Menurutnya, pemerintah yang akan terbentuk akan leluasa melanjutkan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang baru berusia 15 tahun ini khususnya untuk Kabupaten Bangka.

Untuk itu pihaknya berharap agar masyarakat sadar ikut berpartisipasi menentukan masa depan Babel. Kondisi ini dinilai Pardede tidak bisa dilepas dari pemilih legislatif.

"Pada saat pileg nanti pilihlah anggota DPRD yang bisa mengawasi gubernur dan wakil gubernur yang sudah kita pilih. Kondisi itu harus diciptakan untuk menjamin terlaksananya pembangunan Kabupaten Bangka ke depan," harap Pardede.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved