Merawat Damai, Bupati Kumpulkan Pelajar Berbagai Agama, Ini yang Dilakukannya

Ratusan pelajar di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dari latar belakang agama dan keyakinan yang berbeda makan bersama

Merawat Damai, Bupati Kumpulkan Pelajar Berbagai Agama, Ini yang Dilakukannya
kompas.com
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat menghadiri acara botram antar-pelajar di Pendopo, Kamis (3/11/2016). 

BANGKAPOS.COM - Ratusan pelajar di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dari latar belakang agama dan keyakinan yang berbeda makan bersama atau "botram" di Bale Paseban, komplek pemerintah daerah setempat untuk merayakan Imlek.

"Kegiatan "botram" tersebut digelar untuk meramaikan perayaan Hari Raya Imlek 2568," kata Bupati setempat Dedi Mulyadi, di Purwakarta, Jumat (27/1/2017).

Kegiatan itu sendiri sengaja melibatkan para pelajar dari latar belakang agama dan keyakinan yang berbeda, untuk menumbuhkan sikap toleransi antarsuku dan golongan serta antaragama.

Baca: Cynthia Bella Akan Dilamar Keponakan Jusuf Kalla, Netizen: Ganteng Nomor Sekian

"Tidak kurang ada 500 pelajar yang mengikuti kegiatan 'botram' dengan menu makanan khas Purwakarta, Sate Maranggi," katanya.

Di sela kegiatan tersebut, bupati sempat memanggil salah seorang pelajar keturunan Tionghoa untuk menceritakan kepada pelajar lain yang hadir tentang persiapan peringatan Hari Raya Imlek yang biasa dilakukan keluarganya.

Pelajar keturunan Tionghoa SMA PGRI Purwakarta, David, menceritakan pengalamannya dari tahun ke tahun saat merayakan Imlek.

Baca: Dicium Suaminya di Pesta Pernikahan, Sikap Pengantin Wanita Ini Mengejutkan

Ia mengaku terkesan dengan kue keranjang dan angpao yang dibagikan dalam perayaan tersebut.

Selain itu, dalam tradisi keluarga David, selalu diajarkan nilai-nilai yang terkandung dalam tata cara peribadatan agama yang mereka anut saat perayaan Tahun Baru Imlek ini.

Kegiatan "botram" yang digagas bupati itu mendapat respon positif dari pemuka Agama asal Purwakarta, Habib Hasan Syu'aib.

Baca: Mengira Monyet Di Pohon Cengkeh, Pria Ini Tembak Sepupunya Hingga Tewas

Kiai yang menjadi sesepuh di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta mengatakan, tradisi saling hormat-menghormati perayaan tradisi maupun perayaan momentum keagamaan sudah tercipta sejak dulu di Purwakarta .

Ia sempat mengatakan, tidak ada salahnya mengucapkan selamat atas perayaan tradisi ataupun perayaan keagamaan agama lain yang tidak dianut oleh pengucapnya.

Baca: Imlek, Sandra Dewi Tak Sabar Ketemu Kakek dan Nenek di Pangkalpinang

Sementara itu, kegiatan "botram" juga pernah digelar Pemkab Purwakarta saat peluncuran program membaca Kitab Kuning bagi pelajar beragama Islam dan pendalaman kitab agama sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut oleh para pelajar.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved