Zulkarnain: Masih Ada Masyarakat Menilai Pilkada Hanya Kepentingan Sesaat

Lanjutnya tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih tidak hanya ditentukan oleh KPU sebagai penyelenggara,

Zulkarnain: Masih Ada Masyarakat Menilai Pilkada Hanya Kepentingan Sesaat
IST
Staf KPU Kabupaten Bangka datangi warga di pelosok desa untuk memberikan sosialisasi pilkada mengajak masyarakat datang ke TPS pada tanggal 15 Februari 2017 nanti.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA --Ketua KPU Kabupaten Bangka Zulkarnain menyesalkan masyarakat menilai pemilu maupun pilkada hanya kepentingan sesaat, sehingga begitu mudahnya masyarakat menukarkan hak suaranya dengan beberapa lembar rupiah.

Begitu juga paslon yang jor-joran dalam pembiayaan kampanye.

"KPU menerapkan sebuah aturan merubah persoalan yang berkaitan dengan pemilu. Misalnya dibatasi dengan APK (Alat Peraga Kampanye-red) itu adalah upaya KPU untuk membatasi pengeluaran bakal calon yang jor-jor. Masyarakat juga menyadari hal semacam itu, bahwa KPU membawakan perubahan yang sangat besar dalam hal ini, mengapa persoalan money politics menjadi sorotan di masyarakat. Itu perubahan yang kita lihat," ungkap Zulkarnain didampingi Komisioner KPU Kabupaten Bangka Divisi Perencanaan dan Data Firman TB Pardede kepada bangkapos.com.

Baca: Golput Hingga 40 Persen, KPU Bangka Terpaksa Dor to Dor Ajak Warga ikut Memilih

Lanjutnya tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih tidak hanya ditentukan oleh KPU sebagai penyelenggara, tetapi yang menggunakan hak suara itu adalah masyarakat sendiri.

"Kesadaran masyarakat kita butuhkan dalam hal tingkat partisipasi masyarakat," kata Zulkarnain.

KPU sudah melakukan sosialisasi tentang pemilu ini dari tingkat desa hingga kecamatan. Bahkan setiap hari mereka melakukan kegiatan door to door dengan datang ke rumah-rumah warga mengajak menggunakan hak pilihnya pada tanggal 15 Februari 2017 nanti.

Kemudian pada tanggal 4 Februari nanti KPU Kabupaten Bangka membuat kegiatan di Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu untuk gebyar pilkada dari siang hingga malam hari.

Kemudian tanggal 5 Februari 2017 diadakan jalan sehat KPU yang bertujuan mensosialisasikan ada pemilu tanggal 15 Februari 2017 ini kepada masyarakat.

"Upaya kami KPU sebagai penyelenggara itu hampir maksimal. Hampir setiap hari mereka melaporkan kegiatan lewat whatapps untuk memantau apa yang dilakukan kawan-kawan di desa atau kelurahan maupun di tingkat kecamatan," ujar Zulkarnain.

Ia berharap pemerintah desa, kelurahan maupun kecamatan ikut berperan aktif mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilihnya.

Begitu juga parpol pengusung maupun pendukung harus gencar mendekati masyarakat agar mau datang ke TPS karena jika masyarakat tidak memberikan hak suaranya maka paslon yang mereka gadang-gadang menjadi hal yang sia-sia.

"Ini peran bahwa KPU sebagai penyelenggara tidak sendirian harus ada orang-orang yang membantu baik pemerintah dan partai politik juga memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan pilkada," harap Zulkarnain.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved