BangkaPos/

Hasil Kajian Walhi, 64,12 Persen Daratan Babel Rusak Parah Akibat Tambang

Jumlah lahan kritis ini di Bangka 810.059,87 ha atau 79,91 persen dan Belitung 243.193,32 ha atau 23,9 persen.

Hasil Kajian Walhi, 64,12 Persen Daratan Babel Rusak Parah Akibat Tambang
Bangka Pos / Deddy Marjaya
Foto kondisi akibat tambang ilegal dari udara 

Laporan wartawan Bangka Pos Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Walhi Provinsi Babel terus melakukan kajian tentang lingkungan di provinsi ini, tanpa terkecuali hutan.

Dari kajian itu kurun waktu 10 tahun dari 2004 ke 2014 menjadi daerah otonom sejak itu pertambangan timah dapat diakses swasta lokal, Babel tercatat telah kehilangan lahan produktif seluas 320.760 hektar (ha) akibat keharusan memasok kebutuhan timah bagi pasar global, Senin (30/1/2017).

Baca: Duka Imlek Muntok, Jembatan Putus, 1.200 Rumah Terendam, Hingga Tertimpa Longsor

Direktur Eksekutif Walhi Babel, Ratno Budi mengatakan jumlah ratusan ribu lahan produktif yang hilang tersebut terbagi didua tempat, di pulau Bangka 269.413 ha dan pulau Belitung 51.347,30 ha.

Jumlah ini kata Ratno lebih sedikit jika dibandingkan dengan lahan kritisi di Babel yang berjumlah 1.053.253,19 ha dari total luas 1.633.472.

Baca: Parah, 1.200 Rumah Warga di Kecamatan Muntok Terendam Banjir

Jumlah lahan kritis ini di Bangka 810.059,87 ha atau 79,91 persen dan Belitung 243.193,32 ha atau 23,9 persen.

Ratno mengatakan lubang-lubang bekas tambang timah, menjadikan Babel salah satu provinsi tertinggi di Indonesia dengan lahan rusak dengan kondisi kritis atau sangat kritis, yakni kurang lebih 1.053.253,19 Ha atau 64,12 persen luas daratan Babel.

Kerusakan terparah terjadi di Pulau Bangka yakni 76,91 persen, sebagian besar lubang itu merupakan lahan bekas penambangan timah PT. KobaTin, PT. Timah maupun masyarakat dengan tambang inkonvensionalnya.

"Rusaknya lahan menyebabkan masyarakat Bangka Belitung kehilangan kesempatan untuk mendorong perekonomian berkelanjutan, seperti pertanian dan perkebunan," katanya.

Penulis: Evan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help