BKKBN Babel Prioritaskan Pelayanan KB Bergerak Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus

Pelayanan KB Bergerak jalur wilayah dan sasaran khusus ini menjadi prioritas BKKBN perwakilan Babel

BKKBN Babel Prioritaskan Pelayanan KB Bergerak Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus
IST
Petugas BKKBN siap melayani masyarakat menggunakan fasilitas mobil unit pelayanan keliling. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM,BANGKA --BKKBN Perwakilan Bangka Belitung melaksanakan pelayanan KB Bergerak Bagi Pengelola Mobil Unit Pelayanan (Muyan) KB tingkat kecamatan di Desa Mayang, kecamatan Kampit Kabupaten Belitung Timur.

Pelayanan KB Bergerak jalur wilayah dan sasaran khusus ini menjadi prioritas BKKBN perwakilan Babel dalam upaya memenuhi fasilitas ber KB masyarakat.

Kasubbid Bina Kesertaan ber KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus, Yudi Rafani mengatakan peningkatan akses dan kualitas terhadap pelayanan KB melalui pembinaan kesertaan KB jalur wilayah khusus penting untuk dilakukan karena wilayah tersebut memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan yang berkualitas seperti sarana dan prasarana yang ada, terutama fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga medis. Solusinya, BKKBN melakukan pelayanan yang sifatnya mobile, dengan memanfaatkan Mobil Unit Pelayanan.

"Program ini sejalan dengan agenda prioritas pembangunan ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan," kata Yudi Rafani.

Ia menyebutkan pelayanan KB Bergerak tanggal 31 Januari dilaksanakan di desa Padang,  kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur dengan sasaran Pasangan Usia Subur (PUS) berusia 15 sampai dengan 29 tahun, dan PUS yang ingin menunda atau menjarangkan kelahiran dan yang tidak ingin punya anak lagi tapi tidak menggunakan kontrasepsi. PUS yang dilayani pemasangan kontrasepsi berjumlah 8 orang, terdiri dari lima aseptor IUD dan tiga aseptor implant. 

"Pasangan usia subur yang dilayani pemasangan kontrasepsi sebanyak 22 orang, terdiri dari peserta KB implant 20 orang dan peserta KB IUD 2 orang," ujarnya.

Layanan ini diharapkan mampu menekan angka kelahiran di usia 15 sampai 29 tahun, serta untuk mencapai TFR 2,1, dan menurunkan angka kematian ibu melahirkan yang disebabkan terlalu muda untuk melahirkan, terlalu tua untuk melahirkan, terlalu rapat jarak waktu melahirkan dan terlalu sering melahirkan. 

"Pelayanan KB Bergerak dapat menjadi tumpuan harapan masyarakat di daerah terpencil dan pedesaan, dalam memenuhi kebutuhan pelayanan KB," pungkasnya.

Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help