Pengusaha Indonesia Ternyata Pernah Berseteru dengan Donald Trump, Begini Kisahnya

Donald Trump juga mendaftarkan mereknya di negara-negara dunia seperti Australia, Jepang, Selandia Baru, Rusia, Thailand, dan Ukraina....

Pengusaha Indonesia Ternyata Pernah Berseteru dengan Donald Trump, Begini Kisahnya
NICHOLAS KAMM / AF
Presiden AS, Donald Trump 

Persidangan sengketa tersebut tidak berlangsung lama. Persidangan sendiri dimulai pada 19 November 2013 dan berakhir dengan putusan pada 6 Februari 2014. Dalam sengketa ini yang keluar sebagai pemenang yakni, Donald Trump.

Dalam putusannya Hakim Ketua saat itu, Rochmat, mengabulkan gugatan Trump sepenuhnya dengan verstek. Artinya, Hakim memutus perkara tanpa ada kehadiran pihak tergugat yakni, Robin Wibowo.

"Menyatakan bahwa tergugat yang telah dipanggil dengan patut tidak hadir. Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dengan verstek," ujar Hakim Rochmat seperti dikutip di laman Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kontroversial
Sekadar informasi, setelah menjabat sebagai Presiden AS, Donald Trump langsung menggulirkan berbagai kebijakan. Salah satunya,Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membatasi laju pengungsi dari sejumlah negara Islam ke AS.

Trump yang kerap menjanjikan langkah-langkah pemeriksaan ketat bagi imigran selama masa kampanye pemilu lalu, mengaku kebijakan ini diambil demi mencegah masukkan kelompok militan ke AS.

Negara-negara itu adalah Iran, Irak, Suriah, Sudan, Libya, Yaman, dan Somalia. Keputusan Trump ini sekaligus membuktikan bahwa rancangan perintah eksekutif yang bocor di media adalah dokumen yang benar.

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved