Rizieq Shihab Bantah Bahas Rencana Makar saat Bertemu Rachmawati

Rizieq dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan pemufakatan makar Rachmawati Soekarnoputri.

Rizieq Shihab Bantah Bahas Rencana Makar saat Bertemu Rachmawati
The Jakarta Post/Dhoni Setiawan
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq ditemani Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fachri Hamzah bersama massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) melakukan unjuk rasa di Jakarta, Jumat (4/11/2016). Mereka menuntut penutasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab membantah ikut serta merencanakan makar dengan Rachmawati Soekarnoputri.

Rizieq dimintai  keterangan sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan pemufakatan makar Rachmawati Soekarnoputri pada Rabu (1/2/2017).

Baca: Ini Alasan Polisi Menangkap Firza Husein

Rizieq yang mengenakan pakaian serba putih, datang sekitar pukul 10.30 WIB di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Saat memberikan keterangan dengan wartawan Rizieq membenarkan adanya pertemuan dengan Rachmawati. Tapi, tak ada pembahasan makar, hanya membicarakan aksi damai 4 November dan 2 Desember 2016.

"Tapi sekali lagi pertemuan tersebut sama sekali tidak ada rencana makar dan pemufakatan makar dan perbuatan melawan hukum. Jadi hanya sebatas kegiatan aksi 411, dan aksi 212," ujar Rizieq, Rabu (1/2/2017).

Baca: Firza Husein Syok Berat, Habib Rizieq Tenang-tenang Saja

Rizieq mengatakan, pernah bertemu dengan Rachmawati dalam beberapa kali kesempatan.

Pertemuan itu, berlangsung di kediaman Rizieq, kediaman Rachmawati, dan beberapa kali dalam suatu acara organisasi masyarakat Islam, dan organisasi masyarakat nasionalis.

Hari ini, Rizieq akan diperiksa bersama Juru Bicara FPI, Munarman dan Ketua GNPF, Bachtiar Nasir. Ketiganya akan bersaksi untuk tersangka Rachmawati di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Insya Allah kami akan berikan penjelasan dengan sebenar-benarnya tentang apa yg terjadi terkait Rachmawati," ucap Rizieq.

Baca: Panglima TNI Beberkan Ada Indikasi Demo Besar-besaran

Diketahui, Rachmawati ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu. Rachmawati dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Selain Rachmawati, 10 aktivis dan tokoh nasional ditangkap sesaat sebelum aksi damai 212 di Monas, Jakarta Pusat dimulai. Para aktivis dan tokoh nasional itu dituding akan melakukan aksi makar dengan memanfaatkan massa aksi 212.

Di antaranya, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, dan Alvin Indra.

Baca: Aldilla Terpukul, Indra Bekti Tegar Duduk di Dekat Jenazah Bayinya

Sementara musisi Ahmad Dhani yang turut ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu tidak dijerat dengan pasal makar.

Dhani ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo sesuai dengan Pasal 207 KUHP.

Sementara tiga aktivis lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan. Bahkan, Jamran dan Rizal sudah siap disidangkan.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved