Akhirnya, SBY Curiga Ponselnya Disadap Setelah Kolega Segan Bicara Lewat Telepon

Percakapan itu dicurigai terkait dorongan SBY kepada pihak MUI untuk mengeluarkan sikap keagamaan terkait dugaan penisitaan agama yang dilakukan ...

Akhirnya, SBY Curiga Ponselnya Disadap Setelah Kolega Segan Bicara Lewat Telepon
Warta Kota/Rangga Baskoro
Presiden RI ke-VI menyatakan keprihatinan mendalam karena penyadapan telepon selular (ponsel) milik dia. 

BANGKAPOS.COM, MENTENG -- Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencurigai bahwa telepon selular (ponsel) milikinya memang disadap.

Baca: Cicit Pendiri NU Ini Berharap Ahok Urungkan Niat Laporkan Ketua MUI, Ternyata Ini Alasannya

Pasalnya, sejumlah koleganya merasa khawatir apabila berkomunikasi dengannya melalui ponsel.

Baca: Postingan Video Selfie Dewi Perssik Ini Bikin Netizen Penasaran, Ternyata Ada Tanda Merah di Dada

"Saya mendengar, diberi tahu hati-hati (kalau) telepon saya disadap. Sahabat dekat saya tidak berani menerima telepon saya karena diingatkan oleh seseorang di lingkar kekuasaan, (mengingatkan) hati-hati telepon saya disadap," tutur SBY di Wisma Proklamasi 41, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/2).

Baca: Bikin Baper dan Heboh, Polisi Ini Bawa Pasukan Satu Kompi Saat Melamar Kekasihnya di Kampus

Hal tersebut diketahuinya sekitar awal Januari 2017 silam. Sebelumnya, ia juga mendapatkan informasi yang sama pada awal September tahun lalu. Sejak saat itu, apabila ia hendak melakukan komunikasi, pembicaraan dilakukan dengan cara mengirim utusan.

Kendati demikian, ia masih belum yakin terhadap informasi itu.

"Tapi, saya masih belum yakin, salah saya apa disadap?" ujarnya.

SBY menyebutkan, kegiatan penyadapan ilegal merupakan permasalahan yang serius karena terkait menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi kenegaraan.

Oleh karena itu, setiap mantan presiden dan wakil presiden mendapatkan pengamanan dari Paspamres.

"Kalau betul disadap, maka segala pembicaraan, kemudian kegiatan, mungkin strategi atau rencana apapun akan diketahui oleh mereka yang tidak punya hak sama sekali. Mendapatkan keuntungan dan informasi tentang seluk beluk pembicaraan lawan politiknya," ungkap SBY.

Namun, dugaannya semakin menguat ketika secara tiba-tiba tim penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku memiliki rekaman dan transkrip percakapan antara dirinya dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin.

Percakapan itu dicurigai terkait dorongan SBY kepada pihak MUI untuk mengeluarkan sikap keagamaan terkait dugaan penisitaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

Maka dari itu, untuk menegaskan dan meyakinkan dugaannya, ia meminta pihak tim penasihat hukum Ahok untuk memberikan rekaman dan transkrip pembicaraannya agar menjadi terang benderang.

"Melalui ini saya mohon, yang katanya dimiliki Pak Ahok atau tim pengacara, Saya juga bisa dapatkan, karena saya khawatir, sangat bisa transkip itu ditambah dan dikurangi. Tentu bisa tambah dan kurang bisa berbeda isinya. Saya ingin sekali dapatkan transkip itu. Kareba mereka bilang punya bukti, rekaman dan transkrip. Kalau yang menyadap ilegal ini bukan Pak Ahok atau tim pengacara, saya minta diusut siapa yang menyadap," katanya.

Editor: asmadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help