BangkaPos/

Kampus Dihantam Roket, Mahasiswi Ini Tetap Kuliah Via Online di Tengah Peperangan

Mariam Hammad adalah seorang perempuan asal Aleppo yang berupaya untuk tetap menjadi mahasiswi di tengah berkecamuknya perang saudara

Kampus Dihantam Roket, Mahasiswi Ini Tetap Kuliah Via Online di Tengah Peperangan
kompas.com
Mariam harus belajar dengan bantuan cahaya lilin dan mengisi baterai komputernya dengan genset yang tersedia di toko-toko di Aleppo. 

BANGKAPOS.COM - Mariam Hammad adalah seorang perempuan asal Aleppo yang berupaya untuk tetap menjadi mahasiswi di tengah berkecamuknya perang saudara dan kelamnya kehidupan di Suriah.

"Kota saya telah berubah menjadi reruntuhan," kata dia.

Hidup dalam bahaya, dan tanpa pasokan air bersih dan listrik saat mengungsi, tak menyurutkan langkah perempuan berusia 22 tahun untuk menjadi mahasiswi.

Empat tahun lalu, ia baru saja lulus dari sekolah menengah dan mulai kuliah di Universitas Aleppo ketika gedung itu dihantam roket. Ada puluhan mahasiswa yang tewas kala itu.

"Saya melihat teman-teman tewas dan sampai sekarang saya masih belum bisa melupakan kejadian tersebut," ujar Mariam.

"Saya melihat banyak mahasiswa terluka dan cedera. Ada darah, kematian. Segala sesuatunya terlihat mengerikan."

Semuanya hancur

Selain di tempat belajar, bahaya juga mengintai di rumah saya. "Kematian menghampiri saya berkali-kali," kata Mariam.

"Saya beserta keluarga menyewa sebuah rumah yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari garis depan, dan banyak roket dijatuhkan di lingkungan saya," sebutnya.

"Banyak tetangga saya yang terbunuh, dan mortir menghantam rumah saya dua kali."

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help