Astaga, Ratusan Anak Meninggal Gara-gara Makan Buah Manis dan Lezat Ini

Para ilmuwan India dan Amerika Serikat mengatakan, penyakit misterius yang menewaskan lebih dari 100 anak dalam setahun di India utara

Astaga, Ratusan Anak Meninggal Gara-gara Makan Buah Manis dan Lezat Ini
kompas.com
Buah leci yang banyak dihasilkan wilayah utara India ternyata menjadi penyebab kematian ratusan anak tiap tahun di wilayah itu. 

BANGKAPOS.COM, INDIA - Para ilmuwan India dan Amerika Serikat mengatakan, penyakit misterius yang menewaskan lebih dari 100 anak dalam setahun di India utara disebabkan menyantap buah leci saat perut kosong.

Baca: Tak Malu, Gadis Remaja Ini Pamerkan Perut Buncitnya, Padahal Wajahnya Masih Anak-anak

Selama lebih dari dua dasawarsa, anak-anak yang tampak sehat di negara bagian Bihar tiba-tiba menderita kejang dan kehilangan kesadaran.

Baca: Postingan Video Selfie Dewi Perssik Ini Bikin Netizen Penasaran, Ternyata Ada Tanda Merah di Dada

Sebagian besar anak-anak itu kemudian meninggal dan hal ini selama bertahun-tahun membingungkan para dokter.

Baca: Hai Wanita, Mau Tetap Cantik? Cobain Nih Ramuan Madu Bisa Bikin Dia Makin Cinta

Dalam penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet, terungkap bahwa anak-anak itu terkena racun buah leci.

Sebagian besar korban adalah anak-anak dari keluarga miskin di wilayah penghasil buah leci di India.

Baca: Inilah 7 Tradisi Pernikahan Unik di Dunia

Jurnal itu menyebut, anak-anak tersebut diketahui kerap memakan buah leci yang jatuh ke tanah.

Buah-buah leci itu mengandung racun yang menghambat kemampuan tubuh untuk memproduksi glukosa.

Racun itu memengaruhi anak-anak yang memiliki kadar gula darah rendah karena rata-rata dari mereka hampir selalu tidak mengisi perut pada saat malam hari.

Dalam kondisi perut kosong itulah, pada pagi hari mereka langsung menyantap buah leci.

Alhasil, pada malam hari mereka terbangun dalam kondisi kesakitan sebelum mengalami kejang yang diikuti kehilangan kesadaran karena mengalami pembengkakan otak akut.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help