Biadab! Ibu Diperkosa, Bayi Delapan Bulan Dibunuh, Begini Kekejaman Dialami Muslim Rohingya

Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan berkelompok terhadap etnik minoritas Muslim

Biadab! Ibu Diperkosa, Bayi Delapan Bulan Dibunuh, Begini Kekejaman Dialami Muslim Rohingya
bbcindonesia
Seorang perempuan Rohingya mengungsi ke Bangladesh setelah mengaku diperkosa oleh dua tentara Myanmar dan suaminya dibunuh. 

BANGKAPOS.COM - Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan berkelompok terhadap etnik minoritas Muslim Rohingya.

Dikatakannya kekerasan yang dialami oleh kelompok Rohingya di Myanmar kemungkinan besar sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Baca: Disebut Cuek Pada Mertua, Istri Cantik Ustad Ini Curhat di Instagram, Begini Ungkapan Perasaannya

"Apa yang terjadi kemungkinan besar sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pembersihan etnik adalah istilah yang tidak sering digunakan oleh Kantor Hak Asasi Manusia karena itu bukanlah istilah yang mempunyai definisi jelas dalam hukum hak asasi manusia internasional," kata juru bicara Kantor HAM PBB, Ravina Shamsadani.

Dia melanjutkan, "Namun demikian pelanggaran sistematis dan meluas seperti ini yang telah kami dokumentasikan dapat digambarkan sebagai pembersihan etnik." 

Baca: Gadis Remaja Termakan Rayuan Lalu Berhubungan Intim Usai Dijanjikan HP Android

Dengan mengutip pernyataan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein, Shamsadani menyebut contoh-contoh insiden yang dialami oleh para saksi mata terkait dengan dugaan serangan brutal.

"Seorang ibu menceritakan bagaimana putrinya yang berusia lima tahun berusaha melindunginya dari aksi pemerkosaan, ketika seorang pria mengambil pisau panjang dan membunuhnya, menggorok lehernya.

Para pengungsi Rohingya menempati barak-barak di Kutapalong, Bangladesh. Gelombang baru pengungsi yang melarikan diri ke Bangladesh mencapai setidaknya 65.000 orang.
Para pengungsi Rohingya menempati barak-barak di Kutapalong, Bangladesh. Gelombang baru pengungsi yang melarikan diri ke Bangladesh mencapai setidaknya 65.000 orang.

Dalam kasus lain, seorang bayi delapan bulan dilaporkan dibunuh ketika ibunya diperkosa beramai-ramai oleh lima aparat keamanan," ungkapnya.

Baca: Bukan Rahasia Lagi, Lebih Sering Orgasme Bikin Wanita Bahagia

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved