BangkaPos/

Pertama Digunakan di Babel, RSBT Hadirkan Teknologi Laparoskopi, Teknik Bedah Tanpa Sakit Berlebih

Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang mendatangkan peralatan medis Laparoskopi, sebuah teknik bedah invasif minimal

Pertama Digunakan di Babel, RSBT Hadirkan Teknologi Laparoskopi, Teknik Bedah Tanpa Sakit Berlebih
istimewa
Tim bedah RSBT yang diketuai dr Adi Sucipto SpB saat melakukan bedah usus buntu menggunakan alat laparoskopi beberapa waktu lalu.  

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang mendatangkan peralatan medis Laparoskopi, sebuah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan instrumen untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut. 

RSBT merupakan rumah sakit pertama di Bangka Belitung yang menggunakan teknik Laparoskopi dengan didukung oleh tim dokter yang sudah menjalani pelatihan dan bersertifikat khusus.

Baca: 6 Cara Mengatasi Nyeri pada Payudara Menjelang Menstruasi

Tindakan operasi menggunakan Laparoskopi perdana dilaksanakan awal Februari 2017, dengan pasien usus buntu.

"Laparoskopi merupakan langkah medis yang dilakukan dokter ahli bedah untuk mengakses ke bagian dalam rongga dalam perut. Berbeda dari teknik bedah pada umumnya, Laparoskopi memiliki kelebihan yang menguntungkan pasien," ujar Direktur RSBT Pangkalpinang dr Adi Sucipto SpB beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, menggunakan Laparoskopi keuntungannya luka operasi lebih sedikit, dan durasi rawat inapnya pun menjadi lebih singkat. Sehingga berpengaruh positif terhadap kenyamanan dan kesembuhan pasien pasca operasi.

"Karena tanpa menggunakan bedah terbuka, akan mengurangi rasa nyeri dan mengurangi bekas yang timbul," ujarnya. 

Baca: Terungkap, Begini Model Rekayasa Acara Uya Kuya, Kerap Ditegur KPI

Kapan Laparoskopi diperlukan? Dokter Adi menyebutkan, teknik bedah ini bisa digunakan untuk antara lain; mengangkat usus buntu, penyakit batu empedu, memperbaiki hernia atau turun berok, batu saluran kemih, mengangkat kista ovarium, kelainan ginekolog lainnya, kista ginjal, tumor dan biopsi tumor.

Halaman
123
Penulis: khamelia
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help