Dewan Pers Verifikasi Media Massa, Jangan Cuma Modal Fotokopi Name Tag Lalu Ngaku Orang Pers

Sebanyak 74 media massa di Indonesia sudah mendapat verifikasi dari Dewan Pers karena dianggap sudah menegakkan kode etik jurnalistik

Dewan Pers Verifikasi Media Massa, Jangan Cuma Modal Fotokopi Name Tag Lalu Ngaku Orang Pers
kompas.com
Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo (batik biru) saat mewakili tokoh pers yang juga Pendiri Kompas Jakob Oetama menerima penghargaan Lifetime Achivement dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Jakarta, Jumat (3/2/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Sebanyak 74 media massa di Indonesia sudah mendapat verifikasi dari Dewan Pers karena dianggap sudah menegakkan kode etik jurnalistik dengan pemberitaannya yang bisa dipercaya masyarakat.

Dan beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo meminta diambil upaya-upaya untuk mencegah penyebaran berita hoax atau bohong, yang antara lain ditanggapi oleh Dewan Pers dengan verifikasi media.

Baca: Hubungan Firza Husein dan Rizieq Shihab Sebatas Murid dan Guru

Namun sejumlah pihak masih mempertanyakan proses verifikasi yang dikhawatirkan akan menjadi pengekangan terhadap kebebasan pers seperti pada masa Orde Baru, yang menerapkan mekanisme izin terbit.

Bagaimanapun Ketua Dewan Pers, Stanley Adi Prasetyo, menegaskan bahwa verifikasi diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada media.

"Sekarang begitu mudah jadi wartawan, orang datang ke tempat fotokopi, bawa foto, ke luar sudah bawa name tag bahwa dia orang pers. Celakanya mereka kemudian berkantor di kementerian-kementerian di SKPD, satuan kerja pemerintah daerah, humas protokoler, dan menurut saya ini sumber korupsi," kata Stanley.

Baca: Bos Sriwijaya Air Akan Tempeli Stiker Internasional Motocross Grand Prix di Badan Pesawat

Beberapa wartawan yang hadir dalam konferensi tentang verifikasi media yang diadakan oleh Dewan Pers dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) turut mempertanyakan kebijakan verifikasi serta penerapan barcode.

Ada yang menyatakan penerapan kebijakan ini sudah menimbulkan kebingungan dan penutupan akses terhadap kerja media di Medan, Bandung, dan Bali.

Sedang yang lainnya yang menyatakan khawatir bahwa mereka akan dianggap sebagai media tidak berkualitas karena tidak mendapat verifikasi.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help