Dulu Morat-marit, Kini PDAM Tirta Bangka Bangkit Berkat Tangan Dingin Wellindra Bashir

Sebelumnya kondisi PDAM Tirta Bangka morat marit dengan hutang maupun tunggakan, manajemen dan SDM yang amburadul.

Dulu Morat-marit, Kini PDAM Tirta Bangka Bangkit Berkat Tangan Dingin Wellindra Bashir
Istimewa
Direktur Utama PDAM Tirta Bangka, Wellindra Bashir

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Semenjak menjabat sebagai direktur utama hampir tiga tahun mulai dari tahun 2014, Wellindra Bashir mampu membalikkan kinerja PDAM Tirta Bangka.

Sebelumnya kondisi perusahaan daerah ini morat-marit dengan hutang maupun tunggakan, manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang amburadul.

Kini ia bisa membuktikan kinerja PDAM Tirta Bangka kembali mendapat predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Berdasarkan hasil penilaian tim audit keungan independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Zubaidi Komaruddin disebutkan bahwa laporan keuangan termasuk laporan neraca Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bangka tanggal 31 Desember 2016 serta laporan laba rugi dan arus kasnya sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia.

Diakui Wellindra, resep yang diterapkannya sehingga mampu bangkit dari keterpurukan dengan perubahan dari manajemen, pelayanan lebih terbuka dan cepat respon ke pelanggan, harmonis dalam hubungan dengan karyawan serta pemerintah daerah dan DPRD Bangka, adalah dimulai dari niat.

"Yang pasti awalnya di mulai dari niat," ucap Wellindra sambil tangannya di arahkan ke dada, saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (8/2/2017) di Ruang Kerja Dirut PDAM Tirta Bangka.

Di samping niat juga menurutnya, ada kepercayaan total dari Bupati H Tarmizi Saat sehingga ia bisa kerja total dan maksimal.

"Apa yang tak mungkin di dunia ini kalau kita kerja ikhlas dan maksimal. Urusan rezeki nanti dulu yang penting kerja berbuat dan tangguh. Percaya sama karywan mulai dari penjaga malam clening service, staf pelaksana dan semua pimpinan bidang baik keuangan maupun teknik," ungkap Wellindra yang akrab disapa Welly.

Untuk itulah pihaknya total dalam bekerja sehingga sudah dua tahun ini mendapat pengakuan yang resmi dari tim audit keuangan dengan opini WTP.

"Saya bilang sama tim audit nya jangan kasih kami opini WTP kalau memang kami belum pantas untuk itu karena opini WTP itu berat untuk mempertahankan apa lagi meraihnya. Itu bukan reward sesaat tapi sesuatu yang berat," tegas Welly.

Ia juga akan secepatnya untuk mengirim surat kepada BPKP Perwakilan Wilayah Provinsi Babel untuk mengaudit kinerja PDAM Tirta Bangka agar bisa betul- betul seimbang dari dua sisi keuangan dan kinerja.

Welly mengibaratkan PDAM itu bagaikan dua sisi mata uang, satu sisi bagian teknik sisi lain bagian administrasi dan keuangan, jadi satu sama lain nilainya sama.

Ia berharap kinerja PDAM Tirta Bangka yang dipimpinnya ke depan lebih baik dan bisa memberikan kualitas pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

"Kami tidak boleh lengah dan tidak untuk jumawa tapi ini tantangan kami ke depan, bahwa kalau mau mendapat grade lebih dari WTP saya yakin syarat nya akan lebih berat. Tapi saya yakin kami bisa bahkan berusaha untuk menjadi icon-nya Kabupaten Bangka dalam pelayanan air bersih, Insya Allah," harap Welly.

Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help