Ini Tanggapan Jusuf Kalla, Yenny Wahid dan Fahri Hamzah Soal Aksi 112

Pihak kepolisian memastikan tidak mengijinkan berlangsungnya Aksi 112 dengan tidak menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Ini Tanggapan Jusuf Kalla, Yenny Wahid dan Fahri Hamzah Soal Aksi 112
Akhdi Martin Pratama
Aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Kamis (12/1/2017). 

BANGKAPOS.COM - Pihak kepolisian memastikan tidak mengijinkan berlangsungnya Aksi 112 dengan tidak menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Namun Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Novel Bamukmin mengatakan tetap akan mengikuti Aksi 112 atas nama Forum Umat Islami (FUI).

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara mengenai rencana Aksi 112 tersebut.

JK meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak memperburuk suasana jelang hari pencoblosan.

"Saya kira tidak perlu jelang pilkada. Kita menahan diri lah. Masyarakat tahan diri untuk tidak memperburuk suasana," ujar Kalla di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (8/2/2017) seperti yang dilansirTribunnews.com.

"Toh semuanya dalam proses hukum. Nanti kacau lagi proses hukum," tambahnya.

Di hari yang sama Yenny Wahid, Ketua V Pimpinan Pusat Muslimat NU juga menghimbau kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak ikut Aksi 112.

"Tanggal 11 kan sudah masuk masa tenang. Lebih baik kita semua ikut menjaga agar suasana bisa tetap tenang dan kondusif. Saya rasa, masyarakat sudah lelah," ujar Yenny.

"Lelah dengan berbagai pertikaian yang terjadi selama beberapa bulan ini. Lebih baik kita semua mengurangi kegiatan yang punya potensi menyulut friksi dan konflik baru di masyarakat," saran Yenny.

"Semua warga NU saya yakin sudah punya pilihannya masing-masing dalam pilkada DKI. Lebih baik tenang saja dirumah dan berdoa agar kandidatnya menang," Pungkasnya.

Sementara itu, Fahri Hamzah mempertanyakan larangan Aksi 112.

"Melarang orang demo lah, ini lah, urusannya apa? Yang dilarang itu anarkistis," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia meminta penjagaan Aksi diperkuat oleh kepolisian agar tidak dimasuki provokator.

"Intelnya diperkuat, jangan ada banyak provokator masuk. Jangan bikin provokasi," pungkasnya.

Editor: Alza Munzi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help