BangkaPos/

Ingkung Bandeng, Kuliner Pesisir Hasil Inovasi di Bumi Para Wali

Isropah, warga Demak, mencoba berinovasi membuat ingkung dengan bahan dasar berbeda, yakni ingkung bandeng.

Ingkung Bandeng, Kuliner Pesisir Hasil Inovasi di Bumi Para Wali
KOMPAS.com/ARI WIDODO
Sebelum disajikan, ingkung bandeng dibelah dan diguyur kuah untuk menambah kelezatan. 

BANGKAPOS.COM, DEMAK - Orang Jawa biasanya merayakan momen-momen sakral dengan membuat santapan makanan khas yang disebut "bancakan".

Biasanya bancakan ini menggunakan pelengkap "ingkung ayam" yakni masakan berbahan dasar ayam utuh yang diolah dengan rempah-rempah dan santan, kemudian dimasak hingga mengental.

Baca: Belitung dan Solo Destinasi Wisata Paling Dicari Versi Skyscanner

Terinspirasi dari ingkung ayam inilah, Isropah ( 41) warga Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jateng mencoba berinovasi membuat ingkung dengan bahan dasar berbeda, yakni ingkung bandeng.

Alasannya membuat ingkung berbahan dasar bandeng adalah melimpahnya bahan baku bandeng yang memang menjadi komoditas utama para petani tambak di wilayahnya.

Jika dijual mentah, harga bandeng tidak setinggi ketika sudah menjadi olahan pangan.

Baca: Mangut Lele, Menu Warisan 3 Generasi Made In Mbah Wignyo

Nasi mangut lele
Nasi mangut lele (Tribun Jogja)

Maka Isropah memutar otak bagaimana bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekelilingnya menjadi komoditas layak jual yang bisa menjadi ciri khas kota pesisir Demak.

Semula perempuan cantik berkerudung ini mencoba berbagai resep sebelum menemukan resep "ingkung bandeng" yang sekarang menjadi maskot di gerai makanan miliknya yang diberi nama Warung Mbak Payau, di jalur Pantura Demak-Semarang, tepatnya di depan jembatan timbang.

"Biasanya bandeng kan hanya dimasak jadi bandeng goreng, bandeng bakar, bandeng presto atau otak otak bandeng. Saya ingin membuat kreasi olahan bandeng supaya lebih bervariasi. Syukur-syukur kalau bisa jadi makanan khas Demak, biar pengunjung yang datang ke kota wali bisa bawa oleh-oleh asli Demak,” kata Mbak Is sapaan akrabnya, saat ditemui KompasTravel, Kamis (26/1/2017).

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help