Keraton Yogjakarta Ternyata Pernah Dijarah Inggris Habis-habisan, Inilah Kisahnya

Sabtu pagi yang penuh kekalutan. Pertempuran antara serdadu Kerajaan Inggris dan laskar Keraton Yogyakarta masih berlanjut

Keraton Yogjakarta Ternyata Pernah Dijarah Inggris Habis-habisan, Inilah Kisahnya
Net

BANGKAPOS.COM-- “Semua perempuan yang berada di hunian dalam keraton tetap dihormati, dan kepemilikan harta mereka turut dilindungi. Dalam kesempatan seperti ini diperlukan disiplin yang sangat tegas, bahwa tak satupun orang dianiaya atau pun kebiadaban berlangsung.”

Pernyataan tadi ditulis oleh Kapten William Thorn, seorang perwira Kerajaan Inggris, dalam Memoirs of The Conquest of Java yang terbit tiga tahun setelah penaklukan Yogyakarta.

Baca: Unik, Supermarket Ini Malah Jual Makanan Kadaluarsa, Pembeli Bayar Sesuka Hati

Thorn terlibat dalam pertempuran 19-20 Juni 1812. Tampaknya, ada yang luput dari perhatian Thorn tentang peristiwa menyerahnya Sultan.

Sabtu pagi yang penuh kekalutan. Pertempuran antara serdadu Kerajaan Inggris dan laskar Keraton Yogyakarta masih berlanjut, namun dengan skala yang mengecil.

Thomas Stamford Bringley Raffles
Thomas Stamford Bringley Raffles (net)

Semua kubu pertahanan Sultan Hamengkubuwana II sudah dikuasai serdadu-serdadu sepoy India.

Keraton sudah sangat terdesak, serdadu-serdadu berseragam merah khas Kerajaan Inggris telah menyeruak ke dalam keraton.

Baca: Inilah Sejumlah Operasi Pembunuhan Agen Rahasia Korea Utara di Luar Negeri, Terakhir di Malaysia

Peter Brian Ramsay Carey dalam Kuasa Ramalan yang terbit pada 2011 mengungkapkan suasana jatuhnya Keraton Yogyakarta lewat pemerian Babad Bedhah ing Ngayogyakarta.

Dia merupakan Professor Emeritus di Trinity College, Oxford, Inggris, dan kini dia juga menjabat sebagai Adjunct Professor di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved