Kolong Bekas Penambangan Bisa Dimanfaatkan Budidaya Ikan Sistem KJA

Dinas Perikanan dengan memanfaatkan bekas tambang menjadi lokasi atau lahan yang bermanfaat seperti pemberdayaan kolong dengan Sistem Jaring Apung

Kolong Bekas Penambangan Bisa Dimanfaatkan Budidaya Ikan Sistem KJA
bangkapos.com/Edwardi
Pemanbfaatan Kolong Batako Sungailiat untuk budidaya ikan lele oleh Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Bunga Bakung Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Perikanan terus meningkatkan kinerja sehingga dapat membimbing dan membantu masyarakat dalam perekonomian.

Salah satu inovasi yang terus dilakukan Dinas Perikanan dengan memanfaatkan bekas tambang menjadi lokasi atau lahan yang bermanfaat seperti pemberdayaan kolong dengan Sistem Jaring Apung atau KJA.

Kepala Dinas Perikanan Ahmad Safran didampingi Kasi Data, Iptek dan Informasi, Tri Rachmawati mengungkapkan kondisi alam Kabupaten Bangka yang mempunyai kolong bekas penambangan bisa dimanfaatkan untuk pembudidayaan ikan, baik itu jenis lele, mujair, nila atau lainnya dengan Sistem Keramba Jaring Apung.

"Di tambang 23 itu, sudah menghasilkan, kita budidaya ikan lele, dan jenis lainnya, hasilnya lumayan banyak dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya baru-baru ini.

Dikatakannya, pihak Dinas Perikanan selalu siap membantu dalam hal memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait pembudidayaan ikan, baik itu melalui Sistem Keramba Jaring Apung atau lainnya.

"Yang penting masyarakat mau, dan kita siap membantu, penyuluh kita akan memberikan pengetahuan, dan pemahaman terkait pembudidayaan ikan air tawar ini," katanya.

Budidaya ikan menggunakan Sistem Keramba Jaring Apung merupakan suatu sarana pemeliharaan ikan atau biota air yang kerangkanya terbuat dari bambu, kayu, pipa pralon atau besi berbentuk persegi yang diberi jaring dan diberi pelampung seperti drum plastik atau streoform agar wadah tersebut tetap terapung di dalam air dalam pembudidayaan ikan, atau jenis biota air lainnya, seperti udang dan sebagainya.

Sistem modern ini telah banyak dilakukan masyarakat dalam membudidayakan biota air sehingga lebih mudah, efisien dan terkontrol.

"Biasanya, untuk sekarang ini, KJA ini untuk ikan air tawar, air laut juga bisa," tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved