Kisah Raffles, Sang Pendiri Singapura, yang Menjarah Harta Keraton Yogyakarta

Pendiri Singapura itu dipuja sebagai pahlawan, perwira tangguh, pencinta eksotisme timur. Namun, sedikit yang tahu bahwa dia juga penjarah.

Kisah Raffles, Sang Pendiri Singapura, yang Menjarah Harta Keraton Yogyakarta
Istimewa
Raffles menjarah Keraton Yogyakarta 

BANGKAPOS.COM - Pendiri Singapura itu dipuja sebagai pahlawan, perwira tangguh, pencinta eksotisme timur. Namun, sedikit yang tahu bahwa dia juga penjarah.

“Semua perempuan yang berada di hunian dalam keraton tetap dihormati, dan kepemilikan harta mereka turut dilindungi. Dalam kesempatan seperti ini diperlukan disiplin yang sangat tegas, bahwa tak satupun orang dianiaya atau pun kebiadaban berlangsung.”

Baca: 10 Benda Menjijikkan Harganya Selangit, dari Tisu Bekas hingga Muntahan Paus

Pernyataan tadi ditulis oleh Kapten William Thorn, seorang perwira Kerajaan Inggris, dalam Memoirs of The Conquest of Java yang terbit tiga tahun setelah penaklukan Yogyakarta.

Thorn terlibat dalam pertempuran 19-20 Juni 1812.

Tampaknya, ada yang luput dari perhatian Thorn tentang peristiwa menyerahnya Sultan.

Sabtu pagi yang penuh kekalutan. Pertempuran antara serdadu Kerajaan Inggris dan laskar Keraton Yogyakarta masih berlanjut, namun dengan skala yang mengecil.

Baca: Remaja 18 Tahun Membabi Buta Bacok Ibu Kandung Hingga Tewas

Semua kubu pertahanan Sultan Hamengkubuwana II sudah dikuasai serdadu-serdadu sepoy India.

Keraton sudah sangat terdesak, serdadu-serdadu berseragam merah khas Kerajaan Inggris telah menyeruak ke dalam keraton.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help