PDAM Belitung Berhenti Beroperasi, Empat Mesinnya Terencam Banjir

memperkirakan proses pengeringan mesin memakan waktu sekitar dua hari ke depan.

PDAM Belitung Berhenti Beroperasi, Empat Mesinnya Terencam Banjir
IST
Mesin distribusi air milik PDAM Kabupaten Belitung terendam banjir, Kamis (16/2/2017) lalu. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Operasional PDAM Kabupaten Belitung lumpuh total karena kolong sumber air baku meluap Kamis (16/2/2017) lalu.

Empat unit mesin pendisitribusi air milik perusahaan pemda itu tidak bisa difungsikan akibat terendam limpahan air.

"Semua mesin kami terendam banjir sampai dinamonya. Jadi sementara ini tidak bisa dinyalakan, nunggu benar-benar kering, takut konslet," ujar Direktur PDAM Kabupaten Erwinta saat ditemui posbelitung.com di sumber air baku, Jumat (17/2/2017) sore.

Ia memperkirakan proses pengeringan mesin memakan waktu sekitar dua hari ke depan.

Pasalnya petugas harus membongkar seluruh mesin dan dinamo untuk dikeringkan menggunakan sinar lampu.

Jika kondisinya sudah kering, maka petugas akan kembali memasang mesin dan langsung dioperasikan.

"Kami upayakan paling cepat Minggu nanti kami sudah bisa atau paling lama Senin sudah normal lagi. Kalau cuaca bagus," katanya.

Selaku Direktur PDAM, Erwinta berharap para pelanggan bisa memaklumi kondisi tersebut dan bersabar menunggu kembalinya operasional distribusi air.

"Kalau kami paksa nyalakan, resikonya mesin bisa konslet dan bisa lebih lama lagi macetnya," kata Erwinta.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help