Pelaku Usaha Penukaran Valuta Asing Harus Miliki Izin

Bank Indonesia (BI) akan melakukan penertiban pembatasan ruang gerak bagi pelaku kegiatan usaha penukaran valas

Pelaku Usaha Penukaran Valuta Asing Harus Miliki Izin
kontan
dolar 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bank Indonesia (BI) akan melakukan penertiban pembatasan ruang gerak bagi pelaku kegiatan usaha penukaran valas bukan bank (KUPVA) yang tidak berizin di Bangka Belitung.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Babel, Edhi Rahmanto Hidayat menjelaskan kebijakan dilakukan sebagai langkah BI memberantas kegiatan usaha money changer ilegal. 

"Untuk itu kami memberikan kesempatan kepada money changer bukan bank untuk segera mengurus perijinan di BI sampai dengan April 2017, sebelum izin keluar tidak boleh melakukan aktifitas penukaran," ujar Edhi kepada bangkapos.com, Jumat (17/2).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya bekerjasama dengan kepolisian dan BNN melakukan investigasi dan pemantauan terkait aktifitas perdagangan valas non bank yang terjadi di Bangka dan Belitung.

"Aktifitas KUPVA non bank ada, tapi kami masih memantau. Kemarin kami juga melakukan sosialisasi di Belitung ke sejumlah pihak agar kebijakan ini bisa ditindaklanjuti dengan positif, sehingga aktifitas perdagangan valas bisa dilaksanakan secara legal. Dengan begitu memberikan keuntungan kepada semua pihak, dimana Bank Indonesia akan selalu melakukan pengawasan," terangnya seraya menambahkan di Belitung perdagangan valas sangat potensial karena ditunjang kawasan Belitung sebagai destinasi wisata dunia.

 
Lebih lanjut Edhi menegaskan, kepolisian dilibatkan dalam memberantas money changer ilegal ini melalui nota kesepahaman Gubernur Bank Indonesia.

Menurut Edhi penegakan hukum dibidang penukaran valuta asing sangat lah penting dikarenakan bisnis ini rawan untuk disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. 

"Seperti money laundry atau pencucian uang, pendanaan terorisme, perdagangan narkotika, penyelundupan dan lainnya dari bisnis tukar menukar valuta asing ini," ujarnya. 

Sehingga kata dia diharapkan KUPVA ke depannya dapat berjalan lebih lancar dan efektif, sehingga memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved