BangkaPos/

Mulai Berubah, Beginilah Peta Dukungan di Pilkada DKI Terkini

Mulai terjadi perubahan peta dukungan pasca-hasil hitung cepat atau quick count Pilkada DKI Jakarta 2017 dirilis sejumlah lembaga survei.

Mulai Berubah, Beginilah Peta Dukungan di Pilkada DKI Terkini
Kompas.com
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat bersalaman dengan cagub nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono setibanya di lokasi deklarasi kampanye damai di silang barat daya Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Mulai terjadi perubahan peta dukungan pasca-hasil hitung cepat atau quick count Pilkada DKI Jakarta 2017 dirilis sejumlah lembaga pada Rabu (15/2/2017) lalu.

Perubahan peta dukungan itu setelah melihat suara pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, berada di posisi terakhir dibanding dua paslon lain, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Baca: Tim Agus-Sylvi Belum Tetapkan Dukungan di Putaran Kedua

Hasil hitung cepat Litbang Kompas misalnya menyebutkan, suara Ahok-Djarot di posisi pertama dengan perolehan 42,87 persen.

Di posisi kedua Anies-Sandiaga dengan 39,76 persen. Sementara Agus-Sylviana hanya 17,37 persen.

Dengan hasil seperti itu, pasangan Agus-Sylvi tidak mungkin bisa maju ke putaran kedua Pilkada DKI. 

Baca: Gagahnya Agus Yudhoyono Digadang-gadang Jadi Panglima, Tapi Kini Tak Bisa Lagi Jadi Tentara

Agus Harimurti Yudhoyono
Agus Harimurti Yudhoyono (Instagram/agusyudhoyono)

Hasil resmi memang masih menunggu penghitungan suara yang kini sedang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI. Namun Agus-Sylvi telah mengakui kekalahannya mereka setelah melihat hasil hitung cepat itu.

Perubahan peta dukungan dimulai dari pengalihan dukungan sejumlah eks relawan Agus-Sylvi ke Anies-Sandiaga.

Baca: Ini Penantang Berat Agus Yudhoyono Jika Maju di Pilgub Jawa Timur 2018

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help