BangkaPos/
Home »

Bisnis

» Makro

Tantangan Gubernur Babel yang Baru, Tingkatkan Ekonomi Tidak Hanya Fokus di SDA

Situasi pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung sendiri sampai dengan triwulan III 2016 sebesar 3,99 persen masih berada dibawah

Tantangan Gubernur Babel yang Baru, Tingkatkan Ekonomi Tidak Hanya Fokus di SDA
ubb.ac.id
Devi Valeriani

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Keberhasilan suatu daerah terlihat dari indikator kinerja perekonomian daerah. Indikator tersebut diantaranya, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, kemiskinan, pengangguran, kemiskinan, pendapatan perkapita dan IPM.

Situasi pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung sendiri sampai dengan triwulan III 2016 sebesar 3,99 persen masih berada dibawah pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,25 persen.

Bagaimana dengan angka IPM dan daya saing masyarakat? Ternyata masih berada di bawah nasional serta upah tenaga kerja yang tinggi.

"Tentunya ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah kita, terlebih bagi calon gubernur terpilih nantinya harus ekstra bekerja keras. Tantangan kedepan dan masa depan Bangka Belitung telah antri untuk menjadi Babel menjadi lebih baik," ujar Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Devi Valeriani kepada bangkapos.com, Jumat (17/2).

Devi mengatakan, alasan utama fluktuatifnya pertumbuhan ekonomi adalah melemahnya harga komoditas bahan tambang, yang artinya pemerintah harus fokus terhadap pergeseran struktur ekonomi yang saat ini sedang berjalan namun belum optimal.

"Gaung pergeseran dari pertambangan ke pariwisata, menggiatkan sektor perikanan, membangkitkan kejayaan lada, serta mengusung kemaritiman sebagai sarana konektivitas antar wilayah sudah harus didorong sekuat-kuatnya," ujarnya.

Dikatakannya, Gubernur baru nantinya tidak lagi fokus hanya pada satu mata rantai sumber daya alam, namun harus diversivikasi dengan pemanfaatan potensi lokal.

"Kaya dengan sumber daya alam namun optimalisasi pemanfaatan belum terasa, dalam pengembangan perlu tata kelola yang lebih luwes, berpedoman pada aturan serta kebijakan dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaannya, sehingga peluang masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan kerja yang baru terbuka, dan seterusnya akan terurai dalam mata rantai pengurangan pengangguran, pengurangan kemiskinan, meningkatnya pendapatan, meningkatnya konsumsi yang pada akhirnya pertumbuhan ekonomi terdongkrak untuk meningkat," pungkasnya.

Devi kembali menuturkan, alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dimulai dari kualitas sumber daya manusia.

Halaman
12
Penulis: khamelia
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help