V-200 Skeldar, Drone Helikopter yang Dibeli Militer Indonesia, Intip Kecanggihan Teknologinya

UMS, sebuah perusahaan pembuat UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang diakuisisi SAAB dari Swedia, terus mencatatkan keberhasilan penjualan di Indonesia.

V-200 Skeldar, Drone Helikopter yang Dibeli Militer Indonesia, Intip Kecanggihan Teknologinya
angkasa.co.id

BANGKAPOS.COM - UMS, sebuah perusahaan pembuat UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang diakuisisi SAAB dari Swedia, terus mencatatkan keberhasilan penjualan di Indonesia.

Setelah pada 2016 berhasil menjual tiga unit sistem UAV F-330 kepada TNI AD dan R-350 kepada Bakamla (Badan Kemanan Laut), baru-baru ini UMS merilis telah menyerahkan V-200 Skeldar, platform UAV yang berbentuk helikopter kepada Kementerian Pertahanan RI.

Indonesia menjadi launch customer sistem V-200 Skeldar setelah negosiasi hampir satu tahun. Uji terima dari sistem Skeldar diadakan pada akhir tahun 2016 di Indonesia.

Konfirmasi juga diterima wartawan Angkasa yang meliput Aero India 2017 di Bangalore, India dari bagian komunikasi media SAAB saat dijumpai di Bangalore.

“Kami bangga mengumumkan ditandatanganinya kontrak dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, yang memperkuat model bisnis kami dengan membentuk hubungan yang strategis dengan wilayah-wilayah yang diprioritaskan di seluruh dunia,” ungkap Jakob Baumann selaku CEO UMS Skeldar yang sahamnya dimiliki 47% oleh SAAB.

UMS Skeldar juga mengirimkan Direktur Pelatihannya, Ewen Stockbridge-Sime untuk memberikan pelatihan di Indonesia sesuai kontrak pelatihan yang juga menjadi bagian dari kontrak pembelian V-200.

V-200 Skeldar merupakan platform UAV helikopter dengan kemampuan terbang jarak menengah.

Keunggulannya terletak pada kemampuannya menenggak bahan bakar standar militer seperti Jet A1, JP5, dan JP8 sehingga mampu dioperasikan dengan dukungan standar logistik militer.

V-200 Skeldar yang memiliki dimensi panjang 4 meter dan tinggi 1,3 meter ini mampu terbang dengan ketinggian 3.000 meter, dengan jarak kendali dari ground control maksimal mencapai 90 kilometer.

Lama terbangnya mencapai 5 jam untuk konfigurasi standar, dan bisa lebih jika dipasangi tangki internal yang lebih besar.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved